fbpx

MIRIS, KANTOR KOMISI A DPRD BLORA MEMPRIHATINKAN

Kantor Komisi A DPRD Kabupaten Blora mengenaskan. Saat hujan banjir. Tembok ruangan juga berantakan. Tak terawat. Harapannya segera dilakukan perbaikan.
MEMPRIHATINKAN: Ketua Komisi A DPRD Blora, Supardi saat menunjukkan tembok ruang Komisi A DPRD Blora yang kondisinya memprihatinkan belum lama ini.

Blora, BLORANEWS – Kantor Komisi A DPRD Kabupaten Blora mengenaskan. Saat hujan banjir. Tembok ruangan juga berantakan. Tak terawat. Harapannya segera dilakukan perbaikan.

Ketua Komisi A DPRD Blora, Supardi mengaku setiap kali hujan, ruang Komisi A DPRD selalu banjir. Air darMENGENASKANi atas berjatuhan hingga membasahi ruangan.

“Sudah lama. Bocor nemen. Tiap hujan, air pasti masuk,” terangnya.

Dia menambahkan, kondisi ruangan komisi A DPRD Blora saat ini sangat tidak nyaman untuk beraktifitas. Dindingnya juga rusak. Tak terawat. Padahal ada anggaran perawatan di sekretariat. Saat hujan basah akibat bocor.

BACA JUGA :  PEREBUTAN KOMISI ‘BASAH’ DPRD BLORA, PIMPINAN VS 3 FRAKSI

“Alasannya masih menunggu lelang. Tapi kok dari kemarin ndak ada tindak lanjut. Harusnya bisa diperbaiki secepatnya. Nilainya juga di bawah Rp 200 juta. Bisa penunjukan langsung,” tegasnya.

Supardi mengaku malu dengan OPD saat rapat dan lain sebagainya. Apalagi komisi A membidangi pemerintahan. Mitranya paling banyak.

“Isin. Malu dengan kondisi ruangan seperti ini. Rusak sudah lama. Kondisi Tidak nyaman. Mitra paling banyak,” imbuhnya.

Dia berharap, ruangan tempatnya kerja bisa segera diperbaiki. Tidak usah bertele-tele. Anggaran juga sudah ada.

BACA JUGA :  KOMISI A DESAK APARAT TINDAK TEGAS CAFE LIAR

“Sejak tahun 2021 sudah ada. Tapi tidak digunakan. Tahun ini juga dianggarkan kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Blora, Sekertaris DPRD Blora, Catur mengaku banjir di ruang Komisi A DPRD disebabkan Talang yang bocor. Tahun 2021 sudah dianggarkan. Namun saat hendak direalisasi ada rencana pembangunan gedung. Sehingga anggaran tidak jadi digunakan. Kembali ke khas daerah. Jadi Silpa.

“Tapi tahun ini belum jadi ada pembangunan,” imbuhnya.

Di perubahan sudah dianggarkan. Rencana tahun 2022 diusulkan gedung, maka rehabnya tidak jadi. Sehingga tidak terserap. Dikembalikan ke kas daerah. Tahun 2022 ini sudah dianggarkan. Perawatan gedung. Pelaksanaannya tunggu lelang.

BACA JUGA :  TIGA BULAN KOSONG, SAEFUL ARIFIN RESMI DILANTIK PAW ANGGOTA DPRD BLORA

“Meski dibawah Rp 200 juta saya menghendaki tetap masuk LPSE dulu. Rencananya, pelaksanaannya kalau LPSE sudah terbit,” imbuhnya.

Sebenarnya, kemarin sudah dilakukan penanganan darurat. Membongkar Talang. Namun ternyata masih bocor dan tambah besar.

“Saya kurang tahu sejak kapan kondisi tersebut. Sebab saya kesini sudah seperti itu.” Imbuhnya. (sub).