MULEH NGABEKTI DESA II: MAHASISWA JADI AGEN PERTUKARAN BUDAYA

Jati- Tak semata mengisi waktu liburan, Muleh Ngabekti Desa II Kamaba Madura diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran budaya antara Blora dengan kota dimana mahasiswa Blora belajar. Acara bernuansa sosial, kemasyarakatan, seni dan budaya tersebut akan digelar tiap tahun.

 

Tarian Muang Sangkal dalam Muleh Ngabekti Desa II Kamaba Madura di Balaidesa Jati Kecamatan Jati Kabupaten Blora

Tarian Muang Sangkal dalam Muleh Ngabekti Desa II Kamaba Madura di Balaidesa Jati Kecamatan Jati Kabupaten Blora

 

Hal ini disampaikan Ketua Umum Kamaba Madura, Irawan, dalam puncak acara Muleh Ngabekti Desa II yang berlangsung di Balaidesa Jati Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Sabtu (25/01) malam. Dalam kesempatan itu, ditampilkan tarian khas Kabupaten Sumenep Madura, Tari Muang Sangkal.

“Muleh Ngabekti Desa kali ini kita mengusung tema Lestarikan Budaya Tradisi Gelorakan Jiwa Blandong Sejati. Ini merupakan kali yang kedua, tahun lalu kita menggelar acara yang sama di Dusun Ningalan Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban,” terangnya.

Lebih lanjut, Kamaba Madura berharap acara ini menjadi salah satu cara untuk saling mengenal budaya, antara Blora dengan Madura. Dengan kata lain, mahasiswa sebagai agen pertukaran sekaligus promosi budaya Blora di tanah rantau.

“Kami membawa banyak kesenian dan budaya Blora ke Madura. Kita kenalkan Barongan dan Tayub kepada masyarakat Madura. Kita juga kenalkan kepada mereka, kekayaan kuliner yang kita miliki, salah satunya Kopi Santan khas Blora,” imbuhnya.

Hadir dalam puncak acara tersebut, Wakil Bupati Blora Arief Rohman, perwakilan Forkompimcam Jati, perangkat Desa Jati, dan ratusan warga yang telah sejak petang menanti pagelaran seni di lokasi tersebut.

Tak hanya itu, hadir perwakilan organisasi mahasiswa daerah (Orda), diantaranya Kamaba Yogyakarta, Kamaba Magelang, Kamaba Salatiga, Impara Semarang, Merpati (Mahasiswa Perantau Pati) dan banyak lainnya.

“Kita bangga dengan kiprah mahasiswa Blora ini. Mari sama-sama kita doakan, mereka dapat terus berprestasi. Tentang kesenian, pemerintah telah merencanakan untuk menggelar Festival Barongan di tiap kecamatan. Semoga dapat terlaksana,” kata Wabup Arief.

Tarian Muang Sangkal yang ditampilkan mahasiswa Kamaba Madura merupakan tarian khas Madura yang menceritakan tentang ritual tolak bala. Tak hanya Muang Sangkal, ditampilkan pula Tari Denok yang ditarikan oleh para siswa SMK Negeri 1 Jati.

Gelar budaya semakin meriah dengan penampilan seni barongan dari grup Singa Manggala Jaya Desa Jati. Grup ini tak hanya menampilkan Barongan saja, tetapi juga dagelan, jaranan, dan penampilan hiburan pelengkap lainnya. (kmbm)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan