fbpx

MUSANG, DARI HAMA JADI PIARA

  • Bagikan
Sangkara (musang kota blora) saat gathering di Blota

KOTA ( 9 / 11 / 2015 ) Anda tentu mengenal musang, hewan yang kerap kali menjadi musuh para peternak ini di kenal sebagai hama. Memiliki nama latin Paradoxurus hermaphroditus musang merupakan mamalia pemakan segala ( Omnivora ). Tidak banyak yang memberi perhatian kepada hewan malam ini, di blora terdapat komunitas yang bernama SangKaRa, Musang Kota Blora. Komunitas yang terbentuk kurang lebih satu tahun ini mendedikasikan dirinya untuk mengubah citra Musang dari binatang hama, menjadi binatang piara. Aktivitas yang dilakukan SangKaRa diantaranya adalah melakukan gathering pada car free day dengan membawa musang, bertukar informasi tentang perawatan musang dan banyak lainnya
Bagi para pecinta musang, musang adalah binatang yang eksotis, lincah dan memelihara musang membawa kesan tersendiri, tampil beda ! Dalam banyak agenda, para pecinta musang tak canggung menggendong musang bersama dengan para peminat hewan lainnya. Yon ( 27 ) misalnya, dengan memakai kaos bertuliskan 

Sangkara (musang kota blora) saat gathering di Blota
Sangkara (musang kota blora) saat gathering di Blota

tanpa segan membiarkan musang menggelayut di antara kedua pundaknya. Bersama para pecinta musang lainnya, Yon mencoba mempromosikan kecintaan terhadap hewan nocturnal ( hewan malam ) ini kepada para pe – jogging di alun – alun Blora. “Kalau memelihara anjing, kucing atau hamster kan biasa tuh, tapi kalau memelihara musang kan keren. Dan lagi musang itu hewan eksotis, bulunya indah “ ujarnya kepada Bloranews.com
Merawat musang, menurut Yon itu tidak sulit, musang adalah binatang omnivora. Di beri daging lahap, di beri makan buah pun tidak masalah. Namun, Yon merekomendasikan untuk memberi musang buah – buahan sebagai makanan. “Kalo makan buah, kotorannya kering, gampang dibersihin” jelasnya. Di sumatra, pada mulanya musang adalah musuh para petani kopi karena merusak pohon kopi yang baru ditanam, sejak dikenalkan kenikmatan kopi luwak, sontak para petani kopi memelihara musang sebagai produsen alami kopi luwak.
Komunitas pecinta musang, juga melakukan pembibitan ( perkawinan ) terhadap musang. Dengan melakukan breeding, dapat diperoleh anak – anak musang sesuai keinginan. Selain melakukan gathering pada car free day setiap minggu pagi, para pecinta musang juga berkumpul pada malam minggu di Blok T Blora, di sana para pecinta musang saling memamerkan hasil perawatan / pemeliharaan mereka. Para pecinta musang tidak membedakan antara anggota pemula atau anggota lama. Dalam komunitas itu saling membagi informasi adalah suatu keharusan. Bagaimana ? anda tertarik memelihara musang, atau mengenal lebih jauh serba – serbi memelihara musang. Silakan datang ke blok T sabtu malam dan keingintahuan anda akan terpuaskan. (W01_BNC)

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!