fbpx

MUSIM PANCAROBA, PETANI DESA SONOKIDUL KUNDURAN MULAI TANAM PADI GOGO

  • Bagikan

Kunduran – Memasuki musim pancaroba ini, para petani di Desa Sonokidul Kunduran banyak yang mulai menanam Padi Gogo. Pasalnya, untuk menanam padi jenis ini tidak dibutuhkan banyak air.

Dwi Giatno, petani Padi Gogo di Desa Sonokidul Kunduran mengatakan menanam Padi Gogo di musim pancaroba merupakan salah satu cara petani untuk mendapatkan harga gabah yang tidak terlalu rendah.

 

Lahan pertanian Padi Gogo di Desa Sonokidul Kunduran.

 

“Petani di Sonokidul sudah hafal, kalau menjual gabah saat panen raya pasti harganya anjlok. Dengan menanam Padi Gogo, kita bisa panen lebih awal dan harganya masih tinggi. Jadi, ini adalah salah satu cara petani di Desa Sonokidul menyiasati anjloknya harga gabah,” jelas Dwi Giatno yang juga bekerja sebagai Kasi Pemerintahan Desa Sonokidul, Jumat (06/10).

Menanam Padi Gogo tidak butuh banyak air. Cukup dengan dua atau tiga kali hujan, petani Sonokidul sudah berani bertanam Padi Gogo.

“Ada tiga metode penanaman Padi Gogo, cara pertama adalah tanah yang sudah ditraktor kemudian diicir (ditanami) bibit padi Gogo, seperti cara bertanam Jagung. Cara kedua adalah lahan ditraktor dan diikuti tukang icir, jadi tukang traktor diikuti tukang icir yang langsung memberi benih ditempat yang sudah ditraktor. Cara ketiga lebih ekstrim, lahan ditaktor, benih disebar dan ditaktor lagi. Cukup dua atau tiga kali hujan sudah berani icir Padi Gogo,” lanjut Dwi.

Untuk pupuk dan pestisida yang digunakan pada Padi Gogo, tidak berbeda dengan pupuk dan pestisida pada padi biasa. Hanya saja, menyiangi rumput liar yang tumbuh bersama padi kerap menghabiskan energi para petani.

“Kelebihannya, panen lebih cepat. Untuk bibit biasanya kita pakai gabah tahun kemarin, pupuk dan pestisidanya kurang lebih sama dengan padi pada umumnya. Kelemahannya, ditengah-tengah masa tanam biasanya dilakukan tambal-sulam karena persebaran benihnya tidak merata. Selain itu, petani juga harus rajin matun (menyiangi rumput), soalnya rumput di lahan Padi Gogo lebih banyak dari pada padi biasa,” pungkas Dwi Giatno.

Reporter : Abdul Malik.

  • Bagikan