fbpx

NETIZEN DI INDONESIA CAPAI 73 PERSEN BERPELUANG TINGKATKAN EKONOMI DIGITAL

Pengguna internet di Indonesia melonjak menjadi 202,6 juta pada 2021 berpeluang untuk meningkatkan ekonomi digital. Selain itu, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 73,7 persen, lebih besar dari pertumbuhan Asia Tenggara yang hanya 69 persen.
Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen.

Semarang – Pengguna internet di Indonesia melonjak menjadi 202,6 juta pada 2021 berpeluang untuk meningkatkan ekonomi digital. Selain itu, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 73,7 persen, lebih besar dari pertumbuhan Asia Tenggara yang hanya 69 persen.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat membuka forum Konsultasi Regional Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabal Nusra) yang berlangsung di Kota Semarang, Kamis (24/3).

“Ini sangat berpengaruh pada jumlah pengguna media sosial yang mencapai 170 juta atau setara 61,8 persen jumlah penduduk Indonesia. Dengan kondisi itu akses internet bisa didapatkan di mana saja. Termasuk di pelosok Jawa Tengah, tidak perlu repot ke kota untuk menawarkan produk secara online,” ujarnya.

BACA JUGA :  SOSIALISASI PROGRAM P3DN, GANJAR AKAN BUAT SATGAS TKDN

Menurut Yasin, Jateng dipenuhi anak muda yang lekat dengan digital. Ini dianggap sebagai peluang untuk penguatan ekonomi digital agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan terentaskan.

“Di beberapa daerah anak-anak muda sudah menjadi pasar sendiri, menawarkan UMKM kita, tawarkan produk lokal kita. Tidak perlu datang ke kota, cukup di daerahnya saja. Ini berbanding PDRB semakin banyak pasar, semakin banyak produk yang kita keluarkan dan kita jual akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

BACA JUGA :  SAPUTRA AUDIO, KREATOR BOX AUDIO CUSTOM DARI KAYU JATI YANG TEMBUS AUSTRALIA

Selanjutnya, menyoal acara Konsultasi Regional PDRB Jabal Nusra, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Adhi Wiriana mengatakan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan tahunan sebagai upaya studi tour untuk mengatasi perekonomian.

“Untuk mengetahui keterkaitan ekonomi antar provinsi terkait ketergantungan bahan baku satu dengan yang lain. Kemudian pembelajaran, setelah pandemi agar ekonomi bangkit. Di Provinsi Jawa Tengah ada yang bisa ditiru oleh provinsi lain, begitu pula sebaliknya,” urainya.

BACA JUGA :  RINTIS ARSIP SEJAK 2004, KOLEKTIF HYSTERIA WUJUDKAN DUA BUKU

Sebagai informasi, Pemprov Jateng mengembangkan berbagai alternatif jualan online. Seperti Ayo Jajan UMKM, #LapakGanjar kerjasama dengan platform jualan digital seperti Shoppee dan Gojek.

Diketahui, angka pengangguran di Jateng kini 5,95 persen, turun dari sebelumnya 6,48 persen. Selain itu, angka kemiskinan berangsur turun, dari 11,84 persen menjadi 11,25 persen. (Jam).