fbpx

NGURI-URI MUSIK TRADISIONAL JEDORAN TIDAK BANYAK PEMINAT

Ketua Grub Jedoran, Khomsin (64) menyampaikan, meski masih belum banyak orang yang berminat untuk melestarikan kesenian Jedoran, namun Ia mendapat pesan dari Kepala Desa setempat untuk harus tetap melanjutkan.
Grub Jedoran Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Ngawen – Grub Jedoran di Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora belum banyak peminatnya untuk nguri-uri musik tradisional tersebut. Grub Jedoran tersebut sebanyak 12 personil.

Salah satu personil, Muntaha (50) mengucapkan, dirinya kategori baru masuk Grub Jedoran, kira-kira baru dua tahun. Ia mengku, untuk bisa bermain Jedoran itu sangat sulit dan butuh keseriusan dalam latihan.

BACA JUGA :  LEBIH DEKAT DENGAN GRUP KETOPRAK MUSTIKO BUDOYO

“Saya baru dua tahun ikut ini. Awal-awal ya sulit mengepaskan antara vocal dengan ketukan. Soalnya setiap personil juga harus bernyanyi sahut-sahutan, saat ngangkat suara eh menabuhnya malah keteteran,” ucapnya.

Sementara, Ketua Grub Jedoran, Khomsin (64) menyampaikan, meski masih belum banyak orang yang berminat untuk melestarikan kesenian Jedoran, namun Ia mendapat pesan dari Kepala Desa setempat untuk harus tetap melanjutkan.

BACA JUGA :  LEBIH DEKAT DENGAN RATU AMBYAR YENI INKA

“Kalau Kepala Desa sini (Trembulrejo, red) mintanya untuk dilanjutkan, jangan sampai ditinggal dan harus diuri-uri. Suatu saat berguna. Saya berharap kepada pejabat tinggi berpikir, misalnya kegiatan Jedoran ini bisa maju dan berkembang itu bagaimana,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Grub Jedoran Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora tidak memiliki sanggar dan latihan biasanya di mushola. (Jam).

BACA JUGA :  LEBIH DEKAT DENGAN JEDORAN, HAMPIR PUNAH TETAP DIPERTAHANKAN