fbpx

OKNUM PERGURUAN SILAT RUSAK TUGU PSHT SAMBONG

Foto: video amatir oknum perguruan silat merusak tugu PSHT.
Foto: video amatir oknum perguruan silat merusak tugu PSHT.

Sambong, BLORANEWS – Tugu Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang berada di jalan Blora-Cepu tepatnya turut Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora dirusak oleh oknum perguruan silat Pagar Nusa.

Insiden perusakan tugu perguruan silat tersebut sempat viral di instagram yang diunggah oleh akun _infoblora. Secara kronologis belum diketahui secara pasti. Video amatir berdurasi 30 detik tampak diambil dari dalam mobil. Para pesilat memadati bahu jalan raya. Terlihat seolah beberapa oknum memberi sesuatu pada tugu tersebut.

Bupati Arief Rohman pun langsung menanggapi dalam kolom komentar. Ia akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk bertanggungjawab dan minta maaf atas kejadian tersebut.

BACA JUGA :  KETUA PAGAR NUSA JATENG: JANGAN TAWURAN ANTAR PERGURUAN

“Setelah kita cek, ternyata ini rombongan Perguruan Silat PN dari Jawa Timur yang datang ke Blora. Kita akan koordinasikan dengan pengurus PN Jawa Timur agar nanti bertanggungjawab untuk membangun kembali tugu yang dirusak dan minta maaf atas kejadian tersebut. Kami juga mohon maaf atas kejadian tersebut, semoga menjadi pembelajaran ke depan sehingga tidak terulang kembali. Maturnuwun,” ucapnya mengomentari akun _infoblora.

BACA JUGA :  HARUS TAHU, BERIKUT KATEGORI KEJURDA PAGAR NUSA DI BLORA

Sebelumnya, Bupati Arief dalam wisuda keenam anggota padepokan pencak silat Pagar Nusa di Gedung Serbaguna NU, Sabtu (8/10) di Gedung Serbaguna NU Blora meminta untuk tidak sombong dan tidak menyalahgunakan ilmu bela diri.

“Pagar Nusa harus jadi contoh. Wis dilantik ojo mlete. Saya lihat ini tertib, nanti saat pulang jaga ketertiban biar jadi contoh,” pesannya yang juga Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah.

Ketua PN Blora, Nurul Aqdom dalam wisuda keenam anggota padepokan pencak silat Pagar Nusa di Gedung Serbaguna NU yang diikuti 460 anggota, pihaknya mewanti-wanti agar anggotanya ketika perjalanan pulang tidak konvoi dan tidak anarkis. 

BACA JUGA :  PSHT BLORA GELAR PENGESAHAN WARGA BARU, KEPOLISIAN SIAGAKAN RATUSAN PERSONEL

“Setelah ini semoga sampai rumah dengan selamat. Jangan bleyer-bleyer, jangan sampaikan kata-kata yang provokatif, jangan sampai meresahkan masyarakat. Jadilah bermanfaat untuk kita sendiri dan untuk orang lain,” imbaunya.

Setelah kejadian tersebut, kedua pihak antara Pagar Nusa dan PSHT menyatakan sikap guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Keduanya bersepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan, menjaga kondusifitas dan tidak memperpanjang permasalahan pengerusakan tugu PSHT tersebut. (Jam)