fbpx

PABRIK BIOMASSA DI BLORA BAKAL MEMPRODUKSI ENERGI BERBASIS EKONOMI SIRKULAR

Blora, BLORANEWS – Kabar baik menghampiri warga Blora. Pasalnya, pengembangan pabrik biomassa di Blora bakal menerapkan sistem produksi berbasis ekonomi sirkular. Yakni dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat secara universal.

Adapun maksud dari ekonomi sirkular ialah, sebuah sistem dimana material tidak pernah menjadi limbah. Senantiasa dimanfaatkan dan di regenerasi. Dan nantinya, limbah masyarakat baik berupa pertanian, kehutanan dan perkebunan akan dimanfaatkan menjadi pasokan baku bahan produksi energi.

“Lembaga-lembaga desa dan kelompok pertanian akan menjamin pasokan bahan baku, berupa limbah pertanian, kehutanan dan perkebunan untuk keberlangsungan usaha kami. Kami akan beli bahan baku dari mereka. Inilah esensi ekonomi sirkular,” ujar Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), Bobby Gafur Umar, Kamis (25/4/2024).

Pihak OASA sendiri telah resmi menandatangani kerja sama dengan sejumlah lembaga pertanian di Kabupaten Blora pada Kamis, 25 April 2024. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman.

“Ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan usaha biomassa yang produktif dan bermanfaat bagi kedua pihak, yakni masyarakat Blora dan OASA, dengan didukung penuh oleh pak Bupati,” ujar Bobby.

Dijelaskan, pabrik biomassa nantinya akan dibangun di wilayah Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Alasannya karena wilayah tersebut dianggap sebagai daerah yang padat tanaman kehutanan, perkebunan dan pertanian.

Bobby menambahkan, hingga kini pemenuhan kebutuhan biomassa untuk program co-firing PLTU masih jauh dari cukup. Hingga tahun 2023, capaiannya baru 1 juta ton dari 10,2 juta ton yang direncanakan hingga 2025.

“Indonesia masih membutuhkan banyak biomassa untuk program co-firing, guna menggantikan sebagian besar batubara di sejumlah PLTU di seluruh Indonesia,” pungkas Bobby. (Dj)