PANAS! GILIRAN MANTAN ISTRI SEBUT YULIANTO “BOS TONG” SEBARKAN FITNAH

Blora- Pasca pengaduan ke polisi atas dirinya, mantan istri Ketua DPC Partai Gerindra Blora Yulianto, Danik Berliana meradang. Danik bahkan menyebut sejumlah pernyataan yang disampaikan oleh Yulianto adalah fitnah.

Sebelumnya, Yulianto atau yang akrab disapa Bos Tong mengadukan mantan istrinya, Danik Berliana (DB) ke Polres Blora atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan hak atas tanah miliknya sehingga dirinya merugi hingga milyaran rupiah.

Aduan tersebut disampaikan Yulianto ke Polres Blora dengan didampingi tim kuasa hukumnya dari Blora Lawyers Club pada Rabu (20/02) lalu. Terkait hal ini, Danik membantah sejumlah pernyataan Yulianto yang ditujukan kepadanya.

 

Mantan istri Yulianto “Bos Tong”, Danik Berliana

Mantan istri Yulianto “Bos Tong”, Danik Berliana

 

“Karena  Pak Yulianto terus menerus mengganggu kami dengan melakukan gugatan perdata berkali kali, dan melaporkan pidana beberapa kali, maka kami juga perlu mengambil langkah hukum,” terang Danik melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/02).

Sejumlah sanggahan Danik meliputi, posisi Yulianto di PT Asmoro Jati Subur (AJS), pembagian kepemilikan PT AJS, bisnis gas elpiji, pemaksaan pembagian deviden, dan penyimpanan tabung gas di tanah yang di-klaim atas nama Yulianto.

Menurut Danik, PT AJS didirikan oleh Sri Sudarmini (ibu Danik) dan Bambang Trijoto (saudara sepupu Danik) pada 3 Juni 2003. Sedangkan Danik dan Yulianto menikah pada 9 Februari 2004, dan Yulianto mulai masuk ke perusahaan pada 10 Januari 2007.

“Dengan demikian, pernyataan Yulianto (yang sebelumnya mengaku sebagai pemilik dan Dirut PT AJS, red) adalah tidak benar,” imbuhnya.

Kemudian, tekait kepemilikan PT AJS dibagi dua, menurut Danik Berliana, adalah salah dan tidak berdasar hukum. Menurutnya, pembagian hasil atau deviden perusahaan juga tunduk pada AD dan ART serta UU Perseroan Terbatas.

“Yaitu, dibagi sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang dimiliki,” tambahnya. Saham yang dimiliki Danik Berliana sebanyak 20 lembar (80 persen), sedangkan yang dimiliki Yulianto sebanyak 5 lembar saham (20 persen).

Terkait aduan penyerobotan bisnis elpiji, Danik mengatakan, PT AJS tidak pernah melakukan penjualan tabung dan menguasai hasil penjualan gas elpiji. Menurutnya, pengelolaan gas elpiji dilakukan secara profesional oleh Dirut PT AJS.

“Dan PT AJS telah menyusun laporan Keuangan sebagai pertanggungjawaban kepada pemegang Saham melalui RUPS. Jadi tuduhan Yulianto bahwa Danik Berliana menguasai hasil penjualan tabung gas elpiji sejak 24 Maret 2017 adalah fitnah,” tandasnya.

Selanjutnya, terkait tudingan dirinya memaksa pembagian deviden sebesar 50 persen, Danik menyebut hal ini tidak mungkin dilakukannya. Pasalnya, Danik merupakan pemilk 80 persen saham di PT AJS.

“Jadi, tidak mungkin pemegang saham 80 persen kok minta dividen hanya 50 persen. Yang terjadi, justru Yulianto yang melanggar AD/ART dan UU Perseroan Terbatas. Karena, dia hanya punya 20 persen saham tapi bermaksud menguasai seluruh PT AJS,” ucap Danik.

Terakhir, Danik juga membantah dirinya menyimpan tabung gas di tanah yang diklaim milik Yulianto, yakni tanah SHM nomor 00833. Menurut Danik, tanah SHM 00833 sesuai dengan akta pembagian harta bersama di notaris Yani Dwi Rahayu. No 65 tanggal 8 agustus 2016, adalah milik ketiga anaknya.

“Sebanarnya, apa yang diadukan Yulianto sudah digugatkan berkali-kali ke Pengadilan negeri Blora. Hasilnya, pengadilan menolak gugatan ini. Yulianto juga telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, hasilnya juga ditolak. Jadi, ini sudah berkekuatan hukum tetap,” pungkasnya. (Mus)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan