fbpx

PANDEMI BELUM USAI, PEDAGANG KERAJINAN JATI MENGELUH

Salah satu yang menjadi pusat kerajinan jati berada di Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Produk kerajinan jati di wilayah tersebut omsetnya menembus miliaran rupiah per tahun.
Ragam kerajinan dari bahan kayu jati.

Jepon – Belum berakhirnya pendemi sangat berdampak kepada banyak pihak. Salah satunya adalah pedagang kerajinan kayu jati yang ada di Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Salah seorang pedagang, Yuria Kristiyanti (45) mengeluh, selama pandemi penghasilan yang didapat berkurang termasuk juga permintaan akan barang dagangan juga berkurang, masih ada beberapa permintaan yang masuk tapi tidak seperti sebelum pandemi.

BACA JUGA :  SEDANG BERKABUNG, BUPATI BLORA MENJADI ORANG PERTAMA DIVAKSIN

“Saya maunya ya tetep kayak dulu bisa ramai lagi, karena pandemi ini kita susah, mempertahankan karyawan kita susah, nyari untung juga susah apalagi jualan,” keluhnya saat ditemui di lapaknya, Selasa (01/020).

Kris sapaan akrabnya mengaku pernah menerima bantuan dari Dekranasda berupa mesin bubut. Ia juga menyampaikan, jumlah karyawan yang ada di tempat tersebut kurang lebih ada 10 orang lokal, upah yang diterima karyawan belum menyentuh angka UMR Kabupaten Blora.

BACA JUGA :  PETUGAS GABUNGAN NEKAT BLUSUKAN DEMI DONGKRAK VAKSINASI

“Saya juga bilang kepada pelaku usaha yang sama untuk tetap sabar dan bersaing dengan sehat. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir dan keadaan kembali normal,” harap ibu anak satu ini. (Jam).