fbpx

PANEN BAWANG MERAH DI DESA KEMIRI JEPON MENINGKAT

  • Bagikan
Tahun lalu untuk satu hektar kita memanen enam ton Bawang Merah sedangkan tahun ini bisa mencapai delapan ton. Foto : Ngatono

Jepon Panen Bawang Merah di Desa Kemiri Jepon tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Para petani Bawang Merah di Desa tersebut mengaku puas dengan hasil panen ini. Harga Bawang Merah pada musim panen ini juga mengalami peningkatan. Menurut para petani, hal ini karena cuaca yang mendukung dan hama yang terkendali.

“Panen tahun ini cukup memuaskan, Tahun lalu untuk satu hektar kita memanen enam ton Bawang Merah sedangkan tahun ini bisa mencapai delapan ton. Tahun kemarin harga tiap kilonya berkisar antara 25 sampai 30 ribu rupiah, sedangkan tahun ini mencapai 40 ribu rupiah untuk tiap kilonya” kata Warsi, petani Bawang Merah Desa Kemiri Jepon

 

Tahun lalu untuk satu hektar kita memanen enam ton Bawang Merah sedangkan tahun ini bisa mencapai delapan ton. Foto : Ngatono

 

Selamet, petani Bawang Merah di desa yang sama berpendapat bahwa peningkatan panen Bawang Merah ini ditentukan dari beberapa hal. “Cuaca pada musim panen ini sangat mendukung, selain itu hama tanaman juga terkendali. Ini membuat hasil panen cukup memuaskan” ujarnya.

Kepala Desa Kemiri Jepon mengaku bangga dengan pencapaian ini. Menurutnya hasil panen Bawang Merah ini merupakan bukti kemajuan pertanian di Desa kemiri.

“Kita bangga dengan panen tahun ini. Untuk meningkatkan hasil pertanian, kita menganjurkan petani untuk mengelola lahan pertanian secara maksimal, menggunakan  pestisida organik untuk menekan biaya produksi” ucap Sutrisno, Kepala Desa Kemiri Jepon.

Reni Miharti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa Desa kemiri merupakan salah satu desa percontohan untuk pertanian Bawang Merah di Kabupaten Blora.

“Blora tahun ini menargetkan pengembangan Bawang Merah pada lahan seluas 199,55 hektar. Sampai bulan April 2017, di kecamatan Jepon Bawang Merah telah ditanam padalahan seluas 13,95 hektar. Panen Bawang Merah di desa Kemiri ini merupakan hasil panen pada musim tanam bulan Februari lalu pada lahan seluas 1,5 hektar. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, hasil panen ini akan digunakan sebagai benih pada kegiatan pengembangan Bawang Merah yang dimulai setelah panen  padi kedua” jelasnya.

Reporter : Ngatono

banner 120x500
  • Bagikan