Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

PANGGUNG MUSIK DAN BAZAR PRODUK LOKAL WARNAI BULAN BHAKTI KARANG TARUNA




Cepu- Hari pertama Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Blora diwarnai dengan Panggung Musik, dan promosi produk lokal. Bintang tamu dalam panggung musik adalah dua band lokal, Tectona Band dan Jamur Band.

Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Blora 2018, berlangsung dalam dua hari. Puncak acara akan berlangsung hari Minggu (25/11) dengan berbagai acara menarik. Diantaranya, jalan sehat, sosialisasi safety riding, dan penampilan kesenian khas Blora, Barongan.

 

PANGGUNG MUSIK DAN BAZAR PRODUK LOKAL WARNAI BULAN BHAKTI KARANG TARUNA

Kemeriahan dalam acara Bulan Bhakti Karang Taruna di Lapangan Tuk Buntung Cepu.

 

Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora, Achlif, berharap melalui kegiatan dua hari itu, Karang Taruna dapat bertransformasi menjadi pelopor pembangunan di setiap unsur dan jenjang mana pun.

“Kami mengambil tema “Bersinergi Untuk Negeri”, dengan harapan Karang Taruna dapat menggandeng semua stakeholder yang ada,” ujarnya, Sabtu (24/11).

Produk Inovasi Karang Taruna

Salah satu produk lokal yang dipamerkan di stand bazar Bulan Bhakti Karang Taruna Kabupaten Blora adalah pupuk kompos karya Karang Taruna Desa Kapuan Kecamatan Cepu. Produk ini, diklaim dapat menyuburkan dan mengemburkan tanah.

Pemuda Karang Taruna Desa Kapuan, Filly, menyebutkan, pupuk kompos bermerk “Kompak” tersebut, terbuat dari bahan-bahan alami. Mulai dari kohe sapi, sekam bakar dan berbagai bahan lainnya. Pupuk ini dapat digunakan untuk bermacam tanaman.

“Pupuk ini dapat dipakai untuk tanaman hias dan bunga, sayuran, buah, padi dan palawija. Bermanfaat menyuburkan dan menggemburkan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, memperbanyak batang, daun, akar, bunga, dan buah,” paparnya.

Pemerintah desa setempat, mendukung pembuatan produk yang diinisiasi sejak 2017 tersebut. Dukungannya berupa menyediakan alat giling kompos, hingga pendampingan proses packing.

“Pemerintah desa memfasilitasi pelatihan pembuatan kompos. Baru-baru ini, desa juga memberikan bantuan berupa alat jahit zak,” pungkasnya. (sya)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan