fbpx

PARIPURNA DPRD, RENCANA PENDAPATAN DAERAH TAHUN 2021 ALAMI KENAIKAN 0,62 PERSEN

  • Bagikan
PARIPURNA DPRD, RENCANA PENDAPATAN DAERAH TAHUN 2021 ALAMI KENAIKAN 0,62 PERSEN
Bupati Blora Serahkan Raperda APBD Perubahan Tahun 2021 ke Ketua DPRD Blora.

Blora – Bupati Blora Arief Rohman didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, mengikuti Rapat Paripurna DPRD dalam acara Penyampaian Rancangan Perda Tentang Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 beserta Nota Keuangan di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blora, Senin (27/09/2021).

“Rencana pendapatan daerah tahun anggaran 2021 yang semula direncanakan sebesar Rp 2.134.712.000.000,- mengalami kenaikan sebesar 0,62% menjadi Rp.2.148.053.550.019,-. Kemudian dari pendapatan daerah tersebut, diantaranya terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), Pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” ucap Bupati.

Bupati menjelaskan terkait PAD, direncanakan mengalami kenaikan sebesar 1,10%, pendapatan transfer naik 0,49% dan lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan naik sebesar naik 2,08%.

“Pendapatan Asli Daerah yang semula Rp 259.398.747.100,- menjadi Rp 262.245.392.980,- atau naik sebesar 1,10%, Pendapatan Transfer yang semula Rp 1.796.489.412.000,- menjadi Rp 1.805.342.701.003,- atau naik 0,49% dan lain-lain pendapatan daerah yang sah semula Rp 78.823.840.900,- bertambah menjadi Rp 80.465.456.036,- atau naik 2,08%,” paparnya.

Arief merinci bahwa terkait belanja operasional mengalami kenaikan 9.67%, belanja modal mengalami penurunan sebesar turun 14,19%, belanja tidak terduga mengalami penurunan sebesar 60,25%, dan belanja transfer mengalami kenaikan sebesar 0,02%.

“Belanja Operasi yang semula Rp 1.375.424.564.768,- menjadi Rp 1.508.479.700.209,- atau naik 9.67%, Belanja Modal yang semula Rp 373.016.963.147,- menjadi Rp 320.093.335.953atau turun 14,19%, Belanja Tidak Terduga yang semula Rp 30.000.000.000,- menjadi Rp11.924.626.470,- atau turun 60,25%, Belanja Transfer yang semula Rp 419.677.340.000,- menjadi Rp 419.761.152.538,- atau naik 0,02%,” terangnya.

Arief menyampaikan bahwa saat ini telah masuk pada tahap penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021. 

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, seluruh proses penyusunan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 dapat diselesaikan sehingga Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 dapat segera ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, agar semua program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat segera dilaksanakan,” ungkapnya.

Mengenai rencana anggaran penerimaan pembiayaan secara total sebelum perubahan sebesar Rp63.406.867.915,- dan setelah perubahan naik 76,96% menjadi sebesar Rp112.205.265.151,-. Setelah perhitungan tersebut, terlihat bahwa struktur anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 mengalami defisit.

Namun disampaikan Bupati, Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 tidak mengalami defisit riil sehingga tidak perlu menutup defisit tersebut dari sumber pembiayaan lain.

“Defisit ini dapat ditutup semuanya dari pembiayaan netto dengan jumlah yang sama. Sehingga secara riil pada Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021, memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) sebesar nihil. Kami berharap agar Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 dapat disetujui dalam waktu yang tidak terlalu lama agar dalam sisa waktu yang ada di tahun anggaran 2021 ini dapat dioptimalkan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Blora HM. Dasum mengungkapkan bahwa dengan diterimanya dokumen tersebut, akan segera dilakukan pembahasan.

“Demikian tadi sudah dilaksanakan penyerahan buku rancangan Perda tentang perubahan APBD Kabupaten Blora serta nota keuangan, maka kami minta kepada anggota dewan untuk segera melakukan pembahasan,” ungkapnya.

Sebelumnya, rapat paripurna dalam acara penandatanganan nota kesepakatan tentang perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2021 pada Jum’at (17/09) lalu, Santoso Budi Susetyo selaku Badan Anggaran (banggar) DPRD Blora menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pembahasan Badan Anggaran dan TAPD yang terakhir, telah disetujui rasionalisasi Struktur Kebijakan Perubahan APBD Klabupaten Blora Tahun Anggaran 2021 sebagai berikut; Pendapatan Daerah sebelum perubahan Rp 2.134.712.000.000,- setelah perubahan menjadi Rp 2.148.053.533.019,- dengan selisih Rp 13.341.533.019,-. Untuk Belanja Daerah, sebelum perubahan Rp 2.198.118.867.915,- dan setelah perubahan menjadi Rp 2.260.258.815.170,- dengan selisih Rp 62.139.947.155,-.

Sedangkan Defisit Anggaran sama persis dengan Pembiayaan Daerah, yakni sebelum perubahan Rp 63.406.867.915,- dan setelah perubahan diasumsikan akan mengalami defisit sebesar Rp 112.205.265.151,- dengan selisih Rp 48.798.397.236,-. (Spt)

  • Bagikan