fbpx

PASAR MURAH MAULID NABI DI DESA SEMPU KUNDURAN, DISERBU PEMBELI

Keramaian Pasar Murah Maulid Nabi di perempatan Ngronggah Desa Sempu Kunduran, Jumat (25/11).

Kunduran –  Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, Pasar Murah Maulid Nabi di Desa Sempu Kunduran benar-benar diserbu pembeli. Pedagang dari berbagai kota telah berdatangan sejak kemarin, Jumat (25/11).

Panitia Maulid Nabi 1439 H Desa Sempu Kunduran seksi Pasar Murah Muhammad Rifai sedikitnya pedagang dari tiga kota terdekat telah menggelar dagangannya di stand yang telah disediakan panitia.

 

Keramaian Pasar Murah Maulid Nabi di perempatan Ngronggah Desa Sempu Kunduran, Jumat (25/11).

 

“Dari 64 stand yang telah disediakan panitia, sebagian besar telah terisi pedagang dari Grobogan, Pati dan Rembang. Menyusul dari Semarang, Demak dan Kudus. Produknya bermacam-macam, mulai dari makanan sampai pakaian. Pokonya komplit,” terang Rifai, Sabtu (25/11).

Sejak kemarin (24/11), Pedagang jenang (dodol) dari Kabupaten Demak Harti telah menggelar dagangannya. Dengan potensi pembeli lebih dari dua ribu orang per hari, dagangan Harti pun laris manis. Meski sosialisasi pasar murah ini hanya dilakukan dengan getok tular, namun pedagang dari luar kota telah mencium aroma laba yang luar biasa.

“Bersama lima rekan sesame pedagang, kita mengais rejeki di sini. Empat lainnya dari Semarang, mas. Saya jualan jenang dan kawan lainnya jualan pakaian. Alhamdulillah laris, soalnya sejak sore kemarin sudah ramai. Ada turnamen voli di dekat lokasi jualan. Kabarnya, puncak keramaian hari Minggu malam,” komentar Harti sambil melayani beberapa pembeli jenang.

Salah seorang pengunjung Pasar Murah Maulid Nabi Supriyati mengaku suasana di pasar murah ini mirip dengan pasar di sekitar kawasan makam Walisongo. Dalam segi produk, maupun harganya. Bedanya, belanja di pasar murah ini lebih dekat dan bisa ditawar.

“Bisa nge-nyang (ditawar), selain itu jenangnya juga enak. Saya dari luar Desa Sempu merasa salut dengan warga sini yang bisa bikin pasar murah sebagai daya tarik. Apa lagi diselenggarakan setiap tahun, bisa jadi referensi lah untuk desa-desa tetangga,” ujarnya sembari tertawa renyah.

Reporter : Jacko Priyanto