PASCA REVITALISASI, PEDAGANG KELUHKAN KONDISI TEMPAT DAGANGAN

Blora- Kondisi Pasar Induk Cepu pasca revitalisasi beberapa waktu yang lalu, ternyata menyisakan sejumlah persoalan. Pada pedagang mengaku tidak puas dengan kondisi tempat berjualan yang lebih sempat dari ukuran yang sebelumnya.

Keluhan ini disampaikan dalam rapat koordinasi Paguyuban Pedagang Pasar Induk Cepu dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) di kantor setempat, Rabu (19/12) siang.

 

Kepala Dindagkop UKM Blora, Maskur, melalui Kabid Pasar Zainuri, mengatakan rapat ini digelar untuk berkoordinasi dengan para perwakilan pedagang tersebut.

Rapat Koordinasi Pedagang Pasar Induk Cepu dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora.

 

Kepala Dindagkop UKM Blora, Maskur, melalui Kabid Pasar Zainuri, mengatakan rapat ini digelar untuk berkoordinasi dengan para perwakilan pedagang tersebut.

“Ini cuma koordinasi perihal rencana penempatan pedagang pasca direvitalisasi,” ucap Zainuri usai rapat di kantor setempat, jalan Blora-Rembang KM 04, Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora.

Di sisi lain, Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Induk Cepu, Mahmudi memaparkan sejumlah keluhan pedagang terhadap kondisi tersebut.

“Karena bentuk tempat berdagang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, maka kita cari solusinya. Pertama, kondisinya lebih sempit dari yang sebelumnya, dan tidak terbuka. Sehingga, hanya bisa digunakan untuk padagang sayuran dan daging,” keluhnya.

Rapat koordinasi di kantor Dindagkop UKM Blora siang tadi bisa dibilang tidak menghasilkan solusi konkret. Akhirnya, pedagang memutuskan untuk menggelar rapat internal malam nanti untuk menyamakan persepsi.

“Makanya, ini baru cari solusinya. Nanti kalau sudah beres saya kasih infonya. Nanti malam, Paguyuban ada rapat intern untuk menyamakan pandangan,” pungkasnya. (hal)

 

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan