Blora, BLORANEWS.COM – Menjelang tradisi Lebaran Ketupat, warga di pelosok hutan Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, masih mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan pawon atau tungku berbahan bakar kayu.
Salah satunya adalah Damsih, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di tengah kawasan hutan wilayah Banjarejo.
“Kalau masak pakai kompor itu lama dan rasanya beda. Lebih enak pakai pawon, apalagi buat kupat sama lepet,” ujarnya, Minggu (6/4/2025).

Untuk menyambut Lebaran Ketupat, Damsih memasak ketupat dan lepet dalam jumlah cukup banyak.
Ia membuat sekitar 30 buah ketupat dan 20 lepet. Proses memasaknya pun memakan waktu cukup lama, sekitar enam jam penuh.
“Mulai dari pagi sampai siang, itu harus dijaga apinya biar matangnya merata. Harus sabar,” tambahnya.
Menu pelengkap ketupat yang dimasak antara lain sayur opor dari pepaya muda (kates), tahu, tempe, sebagian diberi campuran daging ayam, dan ada pula yang disajikan bersama ikan panggang.
Ia juga menyiapkan santan dari dua butir kelapa untuk membuat sayur dan lepet. Harga kelapa yang dibelinya mencapai Rp60.000,00, cukup tinggi dibanding hari biasa.
“Kelapa saja dua biji Rp60.000,00, tapi ya tidak apa-apa, namanya juga buat Lebaran Kupat,” kata Damsih.
Menurutnya, tradisi ini akan dilanjutkan dengan acara kenduri atau hajatan kecil pada Senin pagi (7/4/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Hajatan biasanya dipusatkan di rumah kepala desa atau di balai desa setempat, sebagai bentuk syukur dan silaturahmi warga.
“Biasanya makan bersama-sama di sana, bawa kupat dan lepet dari rumah,” jelasnya.
Selama dua hari ke depan, menu makan keluarga Damsih pun akan didominasi oleh ketupat dan lepet.
“Ya dimakan pelan-pelan, selama masih ada. Habis itu baru masak biasa lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Tradisi Lebaran Ketupat atau Bodo Kupat ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Blora, khususnya di pedesaan, yang hingga kini masih lestari.
Selain sebagai ajang silaturahmi, juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur setelah sepekan merayakan Idulfitri. (Jyk)






