Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

PEDULI DESA TERDAMPAK KEMARAU, ALUMNI SMP 1 JEPON ’96 DISTRIBUSIKAN AIR BERSIH

Blora- Aksi sosial distribusi air bersih di ujung musim kemarau kali ini terus berlanjut. Kali ini, giliran alumni SMP Negeri 1  Jepon angkatan ’96 yang menyalurkan belasan tanki bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan di kawasan Jepon dan sekitarnya, Senin (07/10).

 

Alumni SMP Negeri 1 Jepon angkatan ’96 meyalurkan bantuan air bersih di desa terdampak kekeringan

Alumni SMP Negeri 1 Jepon angkatan ’96 meyalurkan bantuan air bersih di desa terdampak kekeringan

 

Koordinator kegiatan, Meiriko (38) menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 14 tanki air bersih telah didistribusikan di sejumlah titik meliputi Palon, Semampir, Boleran, Klampok dan sejumlah lokasi lainnya.

“Alumni SMP Negeri 1 Jepon angkatan ’96 yang saat ini menyebar di berbagai penjuru nusantara, ikut ambil bagian membantu saudara-saudara kita yang terdampak kekeringan. Melalui galang dana di Grup WA alumni, kegiatan ini dapat dilaksanakan,” kata Meiriko.

Sebagai informasi, kekeringan di Blora diprediksi akan terus berlanjut hingga bulan November mendatang. Hingga kini, tercatat ada 146 desa di 14 Kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kita yang saat ini berada di luar Blora merasa terpanggil. Kita cinta kota kelahiran kita, semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga di desa terdampak kekeringan,” ucap Pandu Nusantara (40), alumni SMP Negeri 1 Jepon yang kini bekerja pada sektor perminyakan di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, warga penerima bantuan di lokasi kekeringan merasa terbantu dengan aksi sosial tersebut. Pasalnya, sumur dan mata air di desa setempat mengering sehingga bantuan air bersih tersebut semakin terasa manfaatnya.

“Semoga ini terus berlanjut. Kami mendoakan bagi donatur dan alumni supaya sukses, kami terharu dengan mereka yang masih ingat dan peduli dengan keadaan kota kelahirannya,” ucap Abdul Jalil (50) warga Boleran, Jiken. (jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan