fbpx
OPINI  

PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA YANG TIDAK DIAJARKAN DI SEKOLAH

Kemudian Ki Hajar Dewantara juga punyai filosofi "Tri-Kon". Yang terdiri dari Kontinu (berkelanjutan), Konvergen (dari berbagai sumber) dan Konsentris (penyesuaian). Beliau menganggap pendidikan harus berpegang pada tiga aspek tersebut. Yakni, ilmu harus berkelanjutan, dicari dari berbagai sumber serta menyesuaikan (segala ilmu yang dimiliki harus disesuaikan dengan tempat berpijak pada praktiknya).
Ki hajar Dewantara.

Berbicara ihwal Ki Hajar Dewantara, tentu persepsi pertama yang melintas dipikiran ialah semboyan Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Kalimat tersebut merupakan gagasan Ki Hajar Dewantara yang kemudian dijadikan semboyan pendidikan nasional.

Namun ketika dilacak dari berbagai literatur (terutama buku Menuju Manusia Merdeka, karya Ki Hajar Dewantara), kita akan menyimpulkan bahwa pemikiran beliau tidaklah sesederhana itu. Banyak gagasan Ki Hajar Dewantaran yang sebenarnya brilian, namun tidak diajarkan di sekolah.

BACA JUGA :  PRIA KELAHIRAN BLORA SUKSES RAIH PENGHARGAAN DALAM AJANG INDONESIAN ACHIEVEMENT & BEST PERFORMING AWARD 2021

Yang paling mendasar ialah tentang tujuan pendidikan. Menurut Ki Hajar dewantara, tujuan pendidikan ialah memerdekan manusia. Maksudnya adalah, pendidikan harus menjadi sarana untuk meraih kemerdekaan yang utuh, yakni tentang keselamatan dan kebahagiaan manusia. Pendidikan harus mampu mengantarkan manusia selamat raganya dan bagaia jiwanya.

Kemudian Ki Hajar Dewantara juga punyai filosofi “Tri-Kon”. Yang terdiri dari Kontinu (berkelanjutan), Konvergen (dari berbagai sumber) dan Konsentris (penyesuaian). Beliau menganggap pendidikan harus berpegang pada tiga aspek tersebut. Yakni, ilmu harus berkelanjutan, dicari dari berbagai sumber serta menyesuaikan (segala ilmu yang dimiliki harus disesuaikan dengan tempat berpijak pada praktiknya).

BACA JUGA :  BUNDA PAUD BLORA : TUTOR PAUD HARUS SARJANA !

Gagasan tersebut merupakan konsep dasar pendidikan ala Ki Hajar Dewantara. Namun faktanya, hal itu jarang sekali diajarkan di sekolah-sekolah. Sehingga dampaknya, banyak yang belum mengerti kemegahan gagasan pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Tentang Penulis : Muhammad Sodikhin Kasravi.