PEMKAB AJAK UGM DIRIKAN RUMAH POTONG HEWAN MODERN DI BLORA

Yogyakarta- Pemkab Blora bersama Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyepakati pengembangan potensi peternakan di Blora. Salah satu cara pengembangan potensi peternakan di Blora adalah dengan mendirikan Rumah Potong Hewan (RPH) modern.

 

Penandatanganan nota Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pengembangan potensi peternakan antara Pemkab Blora dengan Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta

Penandatanganan nota Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait pengembangan potensi peternakan antara Pemkab Blora dengan Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta

 

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora, Gundala Wijasena mengungkapkan, potensi ternak di Blora terbilang cukup baik. Jumlah populasi sapi di Kabupaten Blora memang menempati peringkat kedua terbanyak di Indonesia, mencapai 260 ribu ekor.

“Terbanyak kedua setelah Kabupaten Semenep (Madura) Jawa Timur. Namun jumlah yang banyak ini belum diimbangi dengan kualitas yang baik,” katanya, di Ruang Sidang Besar Gedung H1 lantai 3 Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Jumat (07/02).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Blora Arief Rohman berharap Fakultas Peternakan juga bisa meningkatkan program KKN Tematik agar mahasiswa bisa melakukan transfer ilmu ke desa-desa di Kabupaten Blora.

Setelah dilakukan transfer pengetahuan, Fakultas Peternakan UGM diminta membantu dan mengupayakan pendirian Rumah Potong Hewan (RPH), kerjasama teknologi pembuatan dan pengolahan pakan ternak, hingga pendampingan kontes ternak unggulan.

“Muaranya nanti, kita ingin semua petani peternak di Blora bisa meningkat ekonominya. Apalagi sebagian besar penduduk Blora bergantung pada sektor pertanian dan peternakan,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus berencana mengajak beberapa guru besar untuk berkunjung langsung ke Blora, melihat kondisi lapangan, sehingga bisa merumuskan langkah-langkah konkrit untuk memajukan sektor peternakan di Blora.

Saat ini Fakultas Peternakan UGM juga sedang mengembangkan sapi GaMa atau singkatan dari Gagah dan Macho yang merupakan hasil perkawinan silangan dari tiga jenis sapi secara bersamaan, yakni sapi Belgian Blue, Wagyu dan Brahman.

“Mungkin nanti teknologinya bisa kita terapkan di Blora. Kita juga bisa mendirikan Bengkel Sapi, nanti kita bahas lagi lebih spesifik,” kata Profesor Ali. (jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan