fbpx

PEMKAB BLORA PUTUSKAN HUTANG 150 M DI BANK JATENG

Ilustrasi

Blora – Pemerintah Kabupaten Blora akhirnya memutuskan berlabuh ke Bank Jateng untuk berhutang Rp 150 Miliar tahun ini. Otomatis PT SMI dan Bank Jabar kandas. Salah satu alasannya adalah bunga rendah.

Bupati Arief Rohman mengaku, untuk pinjaman positif dengan Bank Jateng. Ia memutuskan bersama lembaga pendampingan semacam konsultan. Baginya dari 3 kandidat. baik SMI, Bank Jabar dan Bank Jateng. Bunga paling murah dan paling masuk adalah Bank Jateng.

BACA JUGA :  RENCANA HUTANG 250 M, PEMKAB BLORA TUNGGU PERSETUJUAN DPRD

“Uang pinjaman ini bakal difokuskan untuk ruas-ruas yang menjadi usulan, masukan dan perhatian masyarakat. Kemarin minta ruas utama kita selesaikan terlebh dahulu. Misal jalan Kunduran-Dolang, Cabak-Bojonegoro, Blora-Randublatung harus selesai,” tambahnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, telah menyetujui adanya hutang untuk pembangunan infrastruktur Senin, 15 November 2021 lalu. Besarannya Rp 150 Miliar. Persetujuan itu disampaikan dalam rapar paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

BACA JUGA :  TANGANI JALAN RUSAK, PEMKAB BLORA OPSIKAN UTANG

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Samgautama Karnajaya menyebutkan, kerusakan jalan di kabupaten mencapai 439,45 KM. Mulai dari kerusakan berat dan sedang. Untuk pembangunan jalan rusak berat butuh Rp 300 miliar.

“Kerusakan sepanjang 439,45 KM ini terdiri dari kerusakan berat dan sedang. Jika ditambah dengan kerusakan ringan, maka jumlahnya akan lebih panjang lagi,” ucap Samgautama belum lama ini.

BACA JUGA :  RENCANA HUTANG 250 M, PEMKAB BLORA TUNGGU PERSETUJUAN DPRD

Menurutnya, butuh anggaran besar untuk memperbaikinya. Sedangkan proyeksi pendanaan infrastruktur dari APBD 2022 pada DPUPR hanya mampu sebesar Rp 60 Miliar. Padahal kebutuhan pembangunan jalan rusak berat sebesar Rp 300 miliar. (sub).