fbpx

PEMKAB DIMINTA BERI NARASI KARAKTER OMICRON PADA MASYARAKAT

Rapat koordinasi evaluasi PPKM Jawa Bali secara virtual, Jumat (11/02) pagi. Wakil Bupati, Dandim 0721 Blora, Kepala Kejaksaan Negeri Blora, perwakilan Polres, serta Kepala OPD terkait mengikuti rapat itu di ruang rapat Bupati Blora.
Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.

Blora – Rapat koordinasi evaluasi PPKM Jawa Bali secara virtual, Jumat (11/02) pagi. Wakil Bupati, Dandim 0721 Blora, Kepala Kejaksaan Negeri Blora, perwakilan Polres, serta Kepala OPD terkait mengikuti rapat itu di ruang rapat Bupati Blora.

Berhubungan dengan adanya karakter omicron berbeda dari varian delta, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Tito Karnavian meminta agar Pemerintah Daerah mengedukasi masyarakat bahwa varian ini berbeda serta masyarakat agar tidak panik.

BACA JUGA :  PEMKAB BLORA BATAL TERAPKAN PEMBATASAN JAM MALAM

“Karakter omicron dan delta, Wuhan yang pertama itu jauh berbeda. Selain komunikasi publik dari pemerintah pusat, tolong pemerintah daerah untuk memberikan narasi tentang karakteristik omicron dan dampaknya berikut data-data yang kuat,” paparnya.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan memberi arahan kepada Kepala Daerah untuk mempercepat vaksinasi dan meminta mengedukasi masyarakat soal varian omicron. Pesan Luhut untuk masyarakat agar tidak khawatir dan segera vaksin dosis dua.

BACA JUGA :  KOKOK : PONDOK PESANTREN DI BLORA AKAN DIRAPID TEST

“Kita tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan, sepanjang sudah vaksin, kemudian dua kali, kalau tidak ada komorbid, ada peduli lindungi, prokes dilakukan mestinya angka itu terkendali,” pesannya.

Kemudian, Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati setelah mendapat beberapa arahan di atas akan disampaikan ke Bupati untuk segera menggelar rapat dengan OPD terkait sehingga bisa segera diterapkan.

BACA JUGA :  PROJO BLORA SEBUT VAKSIN GRATIS BUKTI KEHADIRAN NEGARA

“Termasuk arahan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Omicron, serta mendorong vaksinasi dan protokol kesehatan agar terus diterapkan, sehingga mereka tidak panik atau khawatir berlebihan,” tandasnya. (Jam).