fbpx

PEMKAB KLAIM TANAH BENGKOK, KORBAN PENGGUSURAN DI BALUN-CEPU MINTA BUKTI

  • Bagikan

Blora – Ketua tim advokasi korban penggusuran di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora, Darda Syahrizal, menyatakan, audiensi ke DPRD Blora yang dilakukan kemarin, Rabu (29/08/2017) untuk mengadukan tindakan eksekutif yang disinyalir sewenang-wenang dalam penggusuran.

Ia menanyakan dasar hukum pengusuran tersebut, apakah resmi atau tidak. Pihaknya juga akan menunggu jawaban dari Pemkab Blora atas audiensi tersebut.

 

Lokasi penggusuran di Rt 03/Rw 13 Kelurahan Balun Cepu kecamatan Cepu

 

“Kita tetap akan meminta tangung jawab Pemerintah Kabupaten Blora untuk ganti rugi serta relokasi yang baik,” jelas Darda saat audiensi ke DPRD Blora, kemarin.

Warga yang menuntut ganti rugi cukup beralasan. Pasalnya, status tanah yang ditempati warga tersebut sebenarnya adalah tanah terlantar dan telah ditempati lebih dari 20 tahun. “Sehingga tanah itu sudah bisa dikonversi menjadi hak milik,” lanjut pria yang berprofesi sebagai advokat ini.

Kata dia, Pemerintah mengklaim tanah yang ditempati warga tersebut, dianggap sebagai tanah bengkok. Padahal, tanah bengkok itu seharusnya difungsikan sebagai lahan pertanian. Jika memang begitu, pihaknya meminta pemerintah bisa menunjukkan bukti jika memang benar klaim tersebut. Sebab, tanah tersebut tidak produktif yang kemudian dijadikan tempat tinggal oleh warga.

“Buktinya warga penghuni diakui oleh negara. Karena mereka bayar pajak, KK dan KTP serta terdaftar di kelurahan,” tegasnya.

Hal senada dilontarkan Lukito, Ketua Lidah Tani Blora, dia menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menjawab secara langsung keluhan dan pertanyaan warga. “Kenapa asisten 1 tidak bisa menjawab enam pertanyaan, seharusnya audiensi ini bisa dijawab gamblang, justru kalau saya tidak mau dijawab ada apa?” ungkapnya.

Dia pun menuntut pertanggungjawaban pemerintah dalam ruang audiensi tersebut atas tindakannnya. “Seharusnya apapun tindakan pemerintah ada dasar hukumnya. Tidak pakai landasan hukum ketika suasana urgen, seperti gempa dan lain sebagainya,” pungkasnya. Reporter : Ngatono

  • Bagikan