fbpx

PENAMAAN KEDAI KOPI DILIHAT DARI KACAMATA SEMANTIK

  • Bagikan
PENAMAAN KEDAI KOPI DILIHAT DARI KACAMATA SEMANTIK
Siti Nur Jannah

Segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki nama. Banyak masyarakat yang menganggap nama menjadi sebuah harapan dan keinginan dari si pemberi nama, oleh sebab itu orang-orang tidak sembarangan dalam memberikan nama tertentu untuk melabeli sesuatu. Hal ini sering ditemukan tidak hanya pada nama seorang anak, tetapi juga banyak terjadi pada nama sebuah usaha atau bisnis. Salah satunya adalah nama-nama yang digunakan untuk melabeli produk. 

 

PENAMAAN KEDAI KOPI DILIHAT DARI KACAMATA SEMANTIK
Siti Nur Jannah

 

Seperti yang terlihat beberapa tahun belakangan, tak hanya menjadi sebuah kebiasaan, minum kopi mulai bertransformasi menjadi sebuah gaya hidup untuk anak muda jaman sekarang. Hal ini didukung oleh perkembangan kedai-kedai kopi yang kian menjamur di berbagai daerah. Sebuah nama digunakan untuk membedakan satu sama lain agar seseorang dapat dengan mudah mengenalinya. 

Perubahan zaman menyebabkan pemberian nama pada kedai kopi kian beragam. Nama-nama kedai kopi tersebut tidak hanya memakai bahasa Indonesia, tetapi ada pula yang memakai bahasa daerah dan bahasa asing. 

Fenomena tersebut sangat menarik untuk dikaji agar masyarakat umum dapat mengetahui makna dan latar belakang dibalik penamaan kedai kopi tersebut. 

Memang kedai kopi sudah ada sejak dahulu, akan tetapi sebelumnya kopi hanya sebatas minuman bagi orang tua dan pria dewasa saja yang biasanya diminum di kedai-kedai tradisional. Saat ini kedai kopi menawarkan modernitas tidak hanya dari segi penampilan kedai, tetapi juga sajian kopi yang dikemas dan diolah dengan menggunakan berbagai metode.

Nama-nama kedai kopi itupun terbilang unik, sebut saja Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Lain Hati, Pelipur Lara Coffe Malang, Nyaman, The Ego Caffe, dan sebagainya. Setiap kedai kopi mempunyai ciri khas yang berbeda-beda yang ingin ditonjolkan selain dari menu yang tersedia, sebuah nama pun bisa mempengaruhi. Sebuah proses penamaan pada suatu benda termasuk dalam bagian dari kebudayaan.  

Budaya nama-nama kedai kopi bisa dipahami sebagai penamaan (naming process) yaitu sebuah proses penggunaan bahasa yang paling awal dalam keadaan manusia. Menurut Sibarani (2006), terdapat 2 macam proses penamaan, yakni common meaning atau proses penamaan untuk benda-benda umum sehingga membentuk kata-kata benda umum (common nouns) dan proper naming atau proses penamaan untuk nama-nama diri sehingga membentuk kata benda nama diri (proper nouns). Proper naming lebih berhubungan dengan kajian budaya yang akan diteliti. Karena nama diri (proper name) tidak hanya untuk nama orang tetapi bisa digunakan untuk nama-nama kedai kopi. 

(1) Janji Jiwa 

Kedai kopi Janji Jiwa merupakan salah satu kedai kopi yang menggunakan tema “perasaan”. Jika dilihat dari sisi makna leksikal, “janji” adalah verba (kata kerja), dan “jiwa” adalah nomina (kata benda). Disini, verba (kata kerja) merupakan kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Kata kerja umumnya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Berdasarkan objeknya, kata kerja dibagi menjadi dua: kata kerja transitif (kata kerja yang membutuhkan objek) dan kata kerja intransitive (kata kerja yang tidak membutuhkan objek). Pada konteks “janji jiwa”, ini merupakan kata kerja transitif karena disini terdapat verba dan nomina yang saling berkaitan yang menjelaskan “janji” dari sebuah “jiwa”. 

Makna asosiatif dari “janji jiwa” yang dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2016), “janji” memiliki makna: 1) ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak member, menolong, datang, bertemu), 2) persetujuan antara dua pihak (masing-masing menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu), 3) syarat; ketentuan (yang harus dipenuhi), 4) penundaan waktu; penangguhan, 5)batas waktu (hidup); adat harus dijalankan. Kata “jiwa”, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2016) memiliki makna: 1) roh manusia; nyawa, 2) seluruh kehidupan batin manusia (yang terjadi dari perasaan, pikiran, anganangan), 3) sesuatu atau orang yang utama dan menjadi sumber tenaga dan semnagat, 4) isi (maksud) yang sebenarnya; arti (maksud) yang tersirat (dalam perkataan, perjanjian, dan sebagainya), 5) buah hati; kekasih, 6) orang (dalam perhitungan penduduk), 7) daya hidup orang atau makhluk hidup lainnya. Jika digabungkan “janji jiwa” memiliki makna sebuah kesediaan atau persetujuan dari yang tersayang atau kekasih. 

Pemilik menunjukkan bahwa memang nama “janji jiwa” ini sengaja untuk memikat pelanggan. Pemilik menjelaskan bahwa “janji jiwa” memiliki banyak arti dan memang sengaja dipilih agar para penggemar kopi ini bisa menginterpretasikan “janji jiwa” sesuai dengan background knowledge (pengeteahuan dasar) masing-masing. Ada yang menghubungkan dengan cinta, yang berarti sebuah kesanggupan dari seorang kekasih kepada pasangannya yang sedang dimabuk cinta. Jadi sang pemilik ingin penikmat/pelanggannya memiliki interpretasi sendiri-sendiri dalam mengartikan “janji jiwa”. Akan tetapi arti yang ingin diusung oleh Billy Kurniawan (sang pemilik) sebenarnya adalah seluruh staff kedai kopi ini berjanji dengan segenap hati untuk memberikan kopi dan minuman yang terbaik bagi para pelanggan. 

(2) Kopi Kenangan 

Ditemukan satu lagi kedai kopi yang menggunakan tema “perasaan” yaitu Kopi Kenangan. Jika dilihat dari sisi makna leksikal “kenangan” adalah sebuah nomina (kata benda).  

Makna asosiatif dari kata “kenangan” jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2016), 

“kenangan” memiliki pengertian: 1) sesuatu yang membekas dalam ingatan; kesan, 2) kesan dalam ingatan (pikiran). Jadi secara umum “kenangan” memiliki arti sesuatu yang membekas dalam ingatan atau dapat diartikan sebagai momen yang tidak terlupakan. 

kedai Kopi Kenangan, kata “kenangan” dipilih dengan alasan bahwa kata ini memiliki arti yang dalam dan terlihat mahal. Walaupun mengusung tema “mahal”, Edward Tirtanata selaku pemilik menjamin bahwa kopinya yang rasanya tidak kalah dengan gerai-gerai internasional ini tetaplah terjangkau dan tidaklah mahal. Dia pun menambahkan bahwa Kopi Kenangan ini membuat susah moveon, karena rasanya yang pasti akan membekas dan sulit dilupakan oleh penikmatnya. Dan nama “Kenangan” ini sangat bisa mewakili konsep yang ingin diusung oleh pemiliknya yaitu membekas sehingga membuat penikmatnya mengenang dari rasa kopi ini. Serta kata “kenangan” ini sangat kental penggunaannya dalam menggambarkan perasaan. 

Dengan adanya Penamaan yang unik bisa membuat daya tarik bagi kaula muda jaman sekarang , apalagi yang gemar sekali nongkrong . 

 

Tentang Penulis : Siti Nur Jannah adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang.

 

 *Opini di atas merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab Bloranews.com.

banner 120x500
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Konten dilindungi!!