fbpx

PENYANDANG TUNA DAKSA DI BLORA TERIMA ALAT BANTU KAKI DAN TANGAN PALSU

  • Bagikan
Penerima bantuan kaki dan tangan palsu,kepada penyandang Tuna daksa. Foto :Bloranews
Penerima bantuan kaki dan tangan palsu,kepada penyandang Tuna daksa. Foto :Bloranews

Blora – Sebanyak 68 penyandang difabel di Blora, Jawa Tengah, menerima bantuan kaki dan tangan palsu, hasil kerja sama Pemkab Blora, Sequis Life, Yayasan Peduli Tuna Daksa (YPTD) dan Difabel Blora Mustika (DBM) Blora.

Alat bantu tersebut diserahkan di kantor Bappeda Blora, Selasa (31/01/2017) kepada 68 penyandang tuna daksa. Sequis dan YTPD mendonasikan 1000 kaki dan tangan palsu secara cuma-cuma kepada penyandang tuna daksa bagi yang memerlukan.

Kepala Bappeda Blora Sutikno Slamet mengemukakan, pihaknya hanya memfasilitasi ruang untuk melaksanakan penyerahan alat bantu itu. Sedangkan pengukuran sebelumnya dilaksanakan di tempat yang sama pada Minggu (23/10/2016) lalu.

“Tidak hanya dari Blora, tapi juga ada yang warga difabel yang datang dari luar kabupaten Blora, seperti Rembang dan Tuban,” jelas Kepala Bappeda Sutikno Slamet didampingi Sekretaris Bappeda Irfan Agustian Iswandaru dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya, Didik Triarso.

Hadir menyaksikan penyerahan alat bantu bagi tuna daksa, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Handoko.

“Ke depan, kita akan alokasikan untuk alat bantu anggota difabel, syukur bisa dianggarkan pada APBD Perubahan 2017 atau ditahun 2018” Jelas Sri Handoko kepada Bloranews.com, 31 Januari 2017 di Aula Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora.

“Tahun kemaren, di Dinakertransos dianggarkan kegiatan pelatihan, hasilnya ada kerajinan, ada ukir kayu, keset kain perca yang saat ini diberikan kios di blok S” Sri Handoko tambah Kepala Dinsos baru ini.

Jalinan kerjasama antara Pemkab Blora, Sequis Life,Yayasan Peduli Tuna Daksa dan DBM, akan terus ditingkatkan, karena sangat membantu. Pihaknya berharap kedepan setelah koorsinasi dengan YPTD, dapat dianggarkan melalui APBD atau melalui CSR. “Kami usahakan, teman-teman pengusaha di Blora bisa mengumpulkan csr-nya, sebagian akan digunakan untuk membantu teman-teman difabel” Ujarnya

“Dari peserta yang hadir, ada yang baru daftar, nanti akan dilakukan pengukuran kembali dan akan dibuatkan di Jakarta, sedangkan pemasangan di Semarang akan kita fasilitasi” Tambah Sri Handoko.

Reporter : Ngatono

  • Bagikan