fbpx

PENYIDIK KEJARI BAWA BOX DOKUMEN TERKAIT KASUS PUNGLI PASAR CEPU

PENYIDIK KEJARI BAWA SATU BOX DOKUMEN TERKAIT KASUS PUNGLI PASAR CEPU
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora bawa satu box dokumen.

Blora – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora bawa satu box dokumen usai menggeledah  Kantor Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Senin (20/09). 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora, Muhammad Adung mengungkapkan tim penyidik kejaksaan negeri Blora melakukan penggeledahan untuk perkara tindak pidana berkaitan dengan pasar cepu.

“Berdasarkan juga dari surat penetapan dari pengadilan negeri, melakukan penggeledahan guna mencari dokumen-dokumen yang berhubungan dengan kegiatan perkara yang kita tangani yakni pasar cepu,” ucapnya saat ditemui Bloranews.com usai penggeledahan. 

BACA JUGA :  WARSO DAN SOFAAT KEMBALI DIPANGGIL KEJAKSAAN DALAM KASUS DUGAAN PUNGLI PASAR INDUK CEPU

Penggeledahan yang dilakukan dari jam 09.30- 11.30 WIB ini, Adung mengatakan membawa satu box dokumen yang berkaitan dengan kasus pungli pasar tersebut. 

“Cuma satu box kita bawa. Yang pasti dokumen yang bisa dikaitkan dengan perkara ini. Dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pasar cepu,” terangnya. 

Adung menuturkan hanya ada satu ruangan yang digeledah yakni bidang pasar. Dirinya mengaku proses ini masih dalam penyidikan tim penyidik Kejaksaan Negeri Blora. 

BACA JUGA :  3 TERDAKWA KASUS PASAR CEPU HARI INI DIPUTUS

“Kita masih penyidikan, kita akan fokuskan di penyidikan karena penetapan tersangka sudah, penyitaan sudah, penggeledahan sudah. Nanti fokus penyidikan ini sudah selesai, kita tim penyidik, tim penuntut umum P-16 A nya lagi, kita akan dalami kembali,” jelasnya. 

Disinggung soal prosedur penanganan selanjutnya, Adung mengatakan masih melakukan pendalaman terkait dokumen yang dibawa. Dirinya berharap kasus ini segera selesai. 

BACA JUGA :  ENDUS PUNGLI, KEJAKSAAN PANGGIL PEDAGANG PASAR CEPU

“Kita lihat prosedurnya nanti. Kita kan berdasarkan KUHAP dulu, ada KUHAP penggeledahan, ada KUHAP penyitaan, yang pasti kita lalui. Itu memang proses yang ada di KUHAP. Kita sekarang lebih fokus untuk pendalaman serta fokus lagi ke intinya lagi. Apakah dokumen yang kita sita sekarang ini menguntungkan serta memperbanyak data kita untuk nanti di proses penuntutan,” pungkasnya. (Spt)