fbpx

PEREMPUAN MENGAJI DOBRAK LITERASI DENGAN DISKUSI

  • Bagikan
PEREMPUAN MENGAJI DOBRAK LITERASI DENGAN DISKUSI
Diskusi Kantin Perempuan ini digagas oleh Komunitas Perempuan Mengaji.

Blora – Kajian Rutin (Kantin) Perempuan menggelar diskusi mingguan tiap jumat di Kedai Book.ing, Blora (15,10), yang membahas isu perempuan dari literasi sampai realita masyarakat. Kantin Perempuan ini digagas oleh Komunitas Perempuan Mengaji.

Founder Perempuan Mengaji, Muhim Nailul Ulya memaparkan bahwa latar belakang mengadakan kajian ini bermula dari tingginya jumlah kasus pernikahan dini, perceraian, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kajian kita nantinya tidak hanya menyoal isu perempuan, tetapi akan ada juga interdisiplin ilmu pengetahuan. Untuk peserta bebas, tidak membatasi siapapun yang ingin belajar bersama,” paparnya.

Muhim Nailul Ulya, yang kerap disapa Ning Ulya menambahkan, ini merupakan kegiatan offline yang cukup efektif ketimbang hari-hari sebelumnya yang berdiskusi secara virtual sebab pandemi.

“Target dari Kantin Perempuan ini adalah teman-teman mendapatkan edukasi tentang isu perempuan, keadilan dalam relasi, dan diharapkan peserta nantinya menjadi penggerak di desanya masing-masing,” imbuh Ning Ulya.

Menariknya dalam Kantin Perempuan ini adalah pesertanya tidak hanya dari kalangan mahasiswa, santri, namun terdapat peserta laki-laki juga tertarik dalam kajian tersebut.

Salah satu pemateri Wilda Sanavero mengapresiasi kegiatan kantin perempuan, ia menganggap perlunya pemahaman kesetaraan gender disampaikan, karena secara realita memang masih jarang ditemui di daerah Blora.

“Ini kegiatan yang out of the box untuk kebiasaan pemuda di blora yang seolah konvert zone, ini dobrakan yang sagat bagus. Kegiatan ini harusnya mendapat support dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Untuk saat ini, sementara semua kita lakukan secara mandiri,” ucap Wilda pengarang buku ‘Perempuan yang Memesan Takdir.’

Sementara, salah satu peserta Nadia Ane Rufaidah sangat berantusias mengikuti acara yang positif ini, rencananya akan mengikuti semua rundown acara sampai tuntas.

“Kegiatan ini sangat membantu saya memahami makna perempuan, besar harapanku agar diskusi-diskusi semacam ini selalu ada di Blora. Selain itu, ini menjadi ruang curhat, ruang eksplorasi dan refleksi,” ucapnya.

Diinformasikan sebelumnya Komunitas Perempuan Mengaji pernah didatangi Dinas PPPA Kabupaten Klaten di sela kunjungannya di Blora. Dinas tersebut mengapresiasi kegiatan Kantin, sebagai wujud adanya kepedulian di tengah tingginya kasus pernikahan dini, perceraian dan KDRT di Blora. (Jml)

  • Bagikan