fbpx

PERHUTANI: ANAK CUCU JANGAN TINGGALKAN AIR MATA TAPI TINGGALKAN MATA AIR

Lembaga Amil Zakat Nasional-Lembaga Manajemen Infaq (Laznas-LMI) menyelenggarakan seremoni penanaman bibit dalam program penghijauan untuk antisipasi dampak perubahan iklim.
kegiatan menanam 500 pohon di Dukuh Kuwung, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora.

Kradenan – Lembaga Amil Zakat Nasional-Lembaga Manajemen Infaq (Laznas-LMI) menyelenggarakan seremoni penanaman bibit dalam program penghijauan untuk antisipasi dampak perubahan iklim.

Humas Perhutani KPH Randublatung, Suharmanto memaparkan, program tersebut ada 500 pohon yang ditanam di lahan perlindungan setempat, berada di Dukuh Kuwung, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Selasa (11.01).

BACA JUGA :  BERKAS KONTRAK KPH BLORA DENGAN KONTRAKTOR HASIL COPAS KPH KENDAL

“Ini merupakan salah satu kegiatan yang masuk menyelamatkan mata air, searah dengan apa yang dilakukan oleh perhutani. Kami berpesan, jangan tinggalkan air mata, tapi tinggalkanlah mata air kepada anak cucu kita,” paparnya.

Berkesempatan untuk menanam pohon diantaranya Kepala Desa Mendenrejo Supari, Kapolsek dan Danramil Mendenrejo, Camat, BPBD Blora, Putri Hutan Indonesia 2021 serta Administrator KPH Randublatung.

BACA JUGA :  25 TAHUN SUMBER MATA AIR DI MENDENREJO HILANG KARENA PEMBALAKAN LIAR

Kepala Perwakilan Laznas-LMI Jateng-DIY, Conyseptea Ardi menjelaskan, Indonesia terkenal dengan paru-paru dunia, pihak Laznas-LMI bermaksud untuk mengembalikan fungsi hutan dan meminimalisir  perubahan iklim.

“Harapannya tidak hanya untuk membantu produksi oksigen tapi juga ada kegiatan sosial masyarakat. Nantinya juga bisa membantu masyarakat untuk menambah penghasilan dari hasil buahnya,” pungkasnya. (Jam).