PERLU DUDUK BERSAMA, BANGUN JALAN TEMBUS BLORA-NGAWI

Blora –  Keinginan Bupati Djoko Nugroho dan Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si untuk membangun akses jalan penghubung Blora-Ngawi melalui kawasan hutan Randublatung-Getas tembus Banjarejo-Pitu terus dilakukan.

Selain menganggarkan anggaran perbaikan dari Blora-Randublatung-Getas hingga perbatasan Banjarejo (masuk Ngawi), Pemkab Blora juga berkeinginan duduk bersama dengan Pemkab Ngawi agar pembangunan bisa dilaksanakan dari kedua wilayah.

 

PERLU DUDUK BERSAMA, BANGUN JALAN TEMBUS BLORA-NGAWI

Pemkab Blora bermimpi jalan tembus ke Ngawi ini kelak bisa menjadi jalan provinsi karena menghubungkan dua kabupaten di dua provinsi yang berbeda. Foto : Humas Protokol Setda Blora

 

Pekan lalu usai menghadiri sosialisasai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) di Kampus Lapangan Fakultas Kehutanan UGM, Desa Getas Kecamatan Kradenan, atas izin Bupati, Wabup H.Arief Rohman M.Si melakukan pengecekan jalan tembus Ngawi melalui Getas-Banjarejo Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi.

Kondisi jalan secara umum dari Randublatung menuju Getas masih rusak mulai hutan Beran hingga masuk kawasan hutan KPH Ngawi. Namun mendekati Desa Getas hingga perbatasan wilayah Kabupaten Ngawi kondisinya masih bagus, hasil pembangunan tahun 2016 kemarin.

“Setelah saya lewati pekan lalu, titik kerusakan terparah ada di wilayah Ngawi nya. Tepatnya setelah tugu batas Blora-Ngawi hingga TPK Banjarejo milik Perhutani KPH Ngawi. Ban mobil dinas saya sampai ngosel (tergelincir-red) beberapa kali karena masuk ke kubangan kumpur yang cukup dalam. Kondisi ini sangat memprihatinkan sehingga saya ambil gambar dan videonya untuk bahan diskusi dengan Bupati atau Wakil Bupati Ngawi,” ujar Arief Rohman ketika dihubungi, Sabtu (29/4/2017).

Menurutnya setelah melewati jalan tembus yang kondisinya rusak itu, kedepan pihaknya akan menghubungi Pemkab Ngawi untuk berkoordinasi. Pasalnya jika hanya Pemkab Blora yang melaksanakan pembangunan saja, maka akses tersebut tidak akan tersambung dengan Ngawi. Kedua belah pemerintah daerah harus sama-sama menganggarkan dana untuk membangun jalan.

“Sudah beberapa kali saya menghubungi Wakil Bupati Ngawi agar bisa bertemu dan rembugan. Namun belum menemukan waktu yang pas, karena kesibukan masing-masing. Kedepan akan terus kita usahakan,” lanjutnya.

Tidak hanya dengan Pemkab Ngawi saja, menurutnya pembangunan jalan tembus Blora-Ngawi itu juga perlu dikomunikasikan dengan Perhutani KPH Ngawi. Pasalnya jalan Randublatung-Getas-Banjarejo melintasi kawasan hutan Perhutani KPH Ngawi yang setiap harinya digunakan sebagai jalur mengangkut hasil hutan.

“Pemkab Blora bermimpi jalan tembus ke Ngawi ini kelak bisa menjadi jalan provinsi karena menghubungkan dua kabupaten di dua provinsi yang berbeda. Terlebih di wilayah Getas ada Kampus Lapangan Fakultas Kehutanan UGM yang kini mengelola 10 ribu hektar KHDTK. Saya ingin Pemkab Blora, Pemkab Ngawi dan UGM bisa bergerak bersama-sama mewujudkan mimpi itu sehingga Blora Selatan bisa lebih baik aksesnya baik menuju Kota Blora maupun Ngawi,” terangnya.

Untuk diketahui, tahun 2017 ini Pemkab Blora akan melanjutkan pembangunan atau perbaikan jalan di wilayah Blora Selatan. Seperti ruas Randublatung-Getas, Getas-Nglebak, Getas-Tolotuwung-Gempol dan Gempol-Bangkleyan. Dengan itu diharapkan Pemkab Ngawi juga melakukan perbaikan akses jalan yang menghubungkan ke perbatasan Blora.

Reporter : Ngatono / Tim Berita Humas Protokol Setda Blora

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.