fbpx

PERNIKAHAN DINI PENYUMBANG TERBESAR ANAK PUTUS SEKOLAH DI BLORA

Ilustrasi

Blora, BLORANEWS – Jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Blora masih memprihatinkan. Kondisi itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya disebabkan oleh merebaknya kasus pernikahan dini. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Nuril Huda menandaskan bahwa pernikahan dini menjadi penyumbang terbesar banyaknya anak putus sekolah di Kabupaten Blora.

“Untuk itu, saat ini kami masih mengupayakan anak yang dikeluarkan dari sekolah karena kasus pernikahan dini, untuk melanjutkan sekolah di sekolah kesetaraan,” terang Nuril.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati menyampaikan, pada tahun 2023 lalu jumlah pernikahan dini yang terjadi di Kabupaten Blora mencapai 417 kasus.

“Ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan, mengingat anak-anak kita nantinya yang akan menjadi ujung tombak pembangunan mendatang,” jelasnya.

Menurut Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Etik itu, selain berdampak pada anak putus sekolah, pernikahan dini juga berdampak pada kerentanan anak terhadap penularan penyakit HIV/AIDS.

Untuk memerangi permasalahan itu, Mbak Etik mengusulkan perlu adanya call center terkait pelayanan dan pelaporan pernikahan dini, HIV/AIDS dan perundungan.

“Untuk anak-anak SMA , SMK dan SMP apabila menemui kasus-kasus pernikahan dini, HIV/AIDS maupun Perundungan segera lapor ke guru di sekolah agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah,” tandasnya. (Dj)