fbpx

PESONA TUNJUNGAN : MATA AIR BANYU BANGER DI BUKIT GRENENG

  • Bagikan
banyuy banger
Alisaran air kedung banger

Tunjungan ( 09/03/2016 ) Nama Tunjungan sering kali identik dengan kota pahlawan, Surabaya. Mendengar nama itu, memori kita secara langsung terhubung dengan lagu Cak.. Ayo Cak mlaku – mlaku nyang Tunjungan ( lagu daerah dari Surabaya ). Tapi siapa sangka, di Kabupaten Blora sebuah kecamatan yang tidak jauh dari kota Blora dinamakan dengan nama yang sama, Tunjungan.

Kecamatan Tunjungan terletak di sebelah barat kota Blora. Di Kecamatan ini terdapat beberapa destinasi petualangan yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Mata Air Banyu Banger di Bukit Greneng. Dipercaya oleh masyarakat setempat, bahwa mata air ini mengandung mineral – mineral alam yang dapat membantu proses penyembuhan beberapa penyakit luar, semisal gatal – gatal dan bisul.

 

banyuy banger
Aliran air kedung banger

 

Anto ( 18 ) warga dukuh Greneng Desa Tunjungan mengantarkan Bloranews.com menuju lokasi Mata Air Banyu Banger. Sebelum memulai perjalanan menuju lokasi, Anto mengisahkan legenda yang menjadi latar belakang munculnya Mata Air Banyu Banger, konon Ki Lurah Semar adalah tokoh utama munculnya mata air ini.

“ Dahulu Kala, Ki Lurah Semar mengembara dan sampai di perbukitan Greneng. Di tempat tersebut, Ki Lurah Semar bertemu dengan seseorang yang memiliki penyakit kulit yang parah. Saking parahnya, orang berpenyakit tersebut bersembunyi di hutan karena dikucilkan warga desa. “ tutur Anto.

 

kedung banger tunjungan
Mata air banyu banger

 

“ Mendengar keluhan orang itu, Ki Lurah Semar pun berkata “ mandilah ! niscaya penyakitmu akan sembuh “ . Ki Lurah Semar kemudian menginjak bongkahan tanah di sekitar tempat itu dan memancarlah mata air. Mata air yang memancar itu memiliki aroma yang tidak sedap “ lanjut Anto

“ Setelah mandi dari Mata Air tersebut, penyakit dan bisul – bisul orang itu pun mengering dan mengelupas. Setelah itu Ki Lurah Semar pun melanjutkan pengembaraannya. Orang berpenyakit itu kemudian bergumam yang pada intinya, kelak tempat ini bernama Banyu Banger. Nama tersebut diambil dari bahasa jawa yang artinya air yang beraroma tidak sedap “ ujar Anto mengakhiri ceritanya.

 

Tebing bebatuan bukit greneng
Tebing Batu di area bukit Greneng tampak kokoh

 

Menuju ke lokasi sebaiknya ditempuh dengan kendaraan roda dua khusus lintasan ekstrim ( Motor Trail ). Bloranews.com mengambil rute dari kompleks Pondok Pesantren Al Banjari 2 menuju ke arah utara. Membutuhkan waktu satu jam untuk mencapai lokasi, waktu tempuh yang panjang ini karena lintasan menuju lokasi hanya berupa jalan tanah yang becek saat hujan tiba.

Sepanjang perjalanan, terlihat hamparan sawah yang mengijau di kanan – kiri jalan. Ketika mulai masuk ke hutan sahutan burung – burung dan satwa hutan terdengar menyejukkan. Bahkan, di beberapa titik perhentian dapat terlihat panorama Waduk Greneng dari kejauhan. Batu – batu alam dan tebing yang menjulang terlihat kokoh dan megah, tumbuhan – tumbuhan yang jarang terlihat di kota pun tampak masih alami di hutan ini.

persawahan tunjungan
Hamparan persawahan sepanjang perjalanan menuju banyu banger

 

Terdapat dua titik Mata Air Banyu Banger, keduanya terletak di lokasi yang berdekatan. Menurut penuturan Anto, belum banyak warga di luar Kecamatan Tunjungan yang mengunjungi tempat ini. Terakhir, Anto mengantar beberapa santri Pondok Pesantren Al Banjari 2 untuk mandi di tempat ini.

Para santri tersebut, pada saat itu sedang terjangkit gatal – gatal. Anto menyarankan para santri itu untuk mandi dan berendam untuk beberapa saat. Setelah mandi dan berendam di Mata Air Banyu Banger, para santri yang terjangkit gatal – gatal tersebut pun sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.

 

waduk greneng tunjungan
Waduk Greneng tampak dari kejauhan

 

Mata Air Banyu Banger di bukit Greneng Desa Tunjungan ini merupakan salah satu kekayaan alam Blora yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Peran aktif pemerintah setempat dan lembaga – lembaga kajian Blora dibutuhkan untuk meneliti kandungan airnya, siapa tau kehebatan unsur mineral yang terkandung dapat menjadi alternatif pengobatan bagi masyarakat. Selain itu, keindahan panorama Greneng dapat dikenal secara luas.

Reporter          : M. Shilachuddin

Fotografer        : Az Zulfa

banner 120x500
  • Bagikan