fbpx

POLEMIK PANWASCAM BERGULIR, BUPATI KOKOK: BLORA GA PILKADA GA APA-APA, WANI SAYA!

Bupati Blora Djoko Nugroho
Bupati Blora Djoko Nugroho

Blora- Bupati Blora Djoko Nugroho mengaku berang dengan polemik perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pilkada 2020. Bahkan, pihaknya melontarkan pernyataan keras terkait hal ini.

Di sela acara Penghargaan Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan Terbaik 2019 di kawasan wisata Seloparang Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon, Senin (30/12) siang, Bupati menyayangkan Bawaslu Blora yang cenderung tertutup.

 

Bupati Blora Djoko Nugroho
Bupati Blora Djoko Nugroho

 

“Kemarin ada masalah di Panwascam, saya ga suka. Terus terang tidak suka. Setiap ditanya, sedikit-sedikit independen. Saya sepakat Pak Dasum (Ketua DPRD Blora), Blora ga Pilkada ga apa-apa, wani (berani) saya,” ucap Kokok (Djoko Nugroho, red) dengan nada kesal.

Tak hanya itu, Kokok juga menyinggung hasil seleksi Panwascam yang telah dilantik beberapa waktu lalu. Banyaknya keluhan masyarakat yang masuk kepada Pemkab Blora, membuat orang nomor satu di Kabupaten Blora tersebut tak bisa tinggal diam.

“Nyatanya juga guru, BPD (Badan Permusyawaratan Daerah) dilantik jadi Panwascam. Saya tanya, itu boleh tidak. Kalau boleh selama dapat ijin, kenapa ijinnya di belakang, tidak di depan. Ngadu saya dong,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kokok juga menampik berbagai tudingan yang mengarah ke Pendopo (sebutan untuk Bupati Blora/Pemkab Blora) terkait seleksi Panwascam. Dirinya menegaskan, Pendopo tidak memiliki ‘titipan’.

“Wong kita itu ngomong ga titip. Hanya ini boleh apa tidak. Kita ga titip. Masak guru boleh (jadi Panwascam). Wong guru disuruh ngajar saja susah, disuruh jadi Panwas 24 jam. Bagaimana caranya?,” tambahnya.

Kokok menyayangkan, alih-alih menjawab pertanyaannya, pihak Bawaslu justru mengatakan tentang independensi lembaga pengawas pemilu tersebut. Menurutnya, ketika Bawaslu tidak mengklarifikasi hal ini, akan menimbulkan kecurigaan publik.

“Setiap ditanya, independen. Duitnya itu dari sini (uang rakyat). Kalau independen, ya cari uang sendiri. Ini masyarakat ngadu ke saya, masak saya diam saja, itu duit mereka,” pungkasnya. (top)