fbpx

POS STERILISASI PEMUDIK MULAI BEROPERASI DI DESA-DESA

  • Bagikan
Pos sterilisasi pemudik di Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora
Pos sterilisasi pemudik di Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora

Blora- Pos sterilisasi pemudik mulai didirikan di sejumlah desa di Kabupaten Blora. Di ruas jalan masuk desa, warga membuat portal untuk mengontrol arus keluar masuk desa sebagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Hingga saat ini, kegiatan tersebut masih dilakukan secara swadaya dan gotong royong warga, Selasa (31/03).

Pos sterilisasi pemudik di Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora
Pos sterilisasi pemudik di Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora

Salah satu pos pemeriksaan dan sterilisasi yang selesai didirikan terletak di Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. Beberapa petugas secara bergilir melaksanakan piket pos yang terletak di jalur masuk desa tersebut. Seluruh pendatang atau perantau yang pulang kampung wajib melapor ke pihak desa dan kemudian menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

“Kita menggunakan Dettol untuk sterilisasi, bukan deterjen,” terang Kepala Desa Bangsri Kecamatan Jepon, Yannata Laga Kusuma.

Terpisah, Bupati Blora Djoko Nugroho merasa bersyukur lantaran di Blora belum ada kasus atau penderita positif Covid-19. Meski demikian, pihaknya meminta semua pihak tetap waspada dan menjalankan imbauan pemerintah.

” Kita minta agar seluruh pemudik yang pulang kampung untuk tetap tinggal di rumah terlebih dahulu selama 14 hari. Pemkab juga sudah menyiapkan kamar kamar isolasi di seluruh rumah sakit baik milik pemerintah maupun rumah sakit swasta. Klinik Bakti Padma juga kita siapkan sebagai bentuk antisipasi atau cadangan. Kita berharapnya mudah-mudahan tidak ada,” imbaunya.

Imbauan Pemkab Blora terkait pentingnya karantina mandiri ini dipatuhi sebagian besar warga. Tak hanya para pemudik atau pendatang, bahkan anggota DPRD Blora yang beberapa waktu lalu pulang dari agenda Kunker di Lombok NTB juga mematuhi imbauan ini.

“Saya ini masih karantina di rumah. Jadi belum bisa memantau langsung pembangunan pos-pos pemantauan dan sterilisasi pemudik. Kabarnya, pos pemantauan juga didirikan di wilayah Getas, perbatasan Blora-Ngawi,” terang anggota DPRD Blora dari fraksi Partai Nasdem, Yuyus Waluyo. (arf)

  • Bagikan