fbpx

PRAYOGO NUGROHO CURIGA ADA MOTIF DIBALIK WACANA ‘CALON TUNGGAL’

Ilustrasi : kicaunews
Ilustrasi : kicaunews

Blora- Politisi Partai Nasdem, Prayogo Nugroho mengaku tidak setuju dengan wacana calon tunggal dalam Pilkada Blora 2020 mendatang. Dirinya mencurigai adanya motif terselubung dibalik munculnya wacana tersebut, Minggu (23/02).

 

Ilustrasi : kicaunews
Ilustrasi : kicaunews

 

“Calon tunggal mematikan demokrasi. Alih-alih pengin menghemat cost. ‘Kan kita juga ga tau dibalik itu ada apa? ,” ujarnya di sela kegiatan serap aspirasi masyarakat di Desa Bangkleyan Kecamatan Jati Kabupaten Blora.

Lebih lanjut, Prayogo yang juga merupakan anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng ini mengaku tidak masalah jika wacana calon tunggal tersebut merupakan aspirasi masyarakat Blora. Namun, dirinya menyayangkan jika wacana tersebut bermotif politis dan mengabaikan keinginan rakyat.  

“Kalau itu natural sih ga masalah, tapi kalau itu buatan (sengaja dimunculkan isu calon tunggal, red), buat apa coba,” imbuhnya.

Diketahui bersama, wacana calon tunggal Pilkada Blora telah berhembus sejak akhir Januari lalu. Sejumlah elit Parpol mendukung gagasan ini. Alasannya, masa jabatan Bupati-Wakil Bupati yang terpilih nantinya hanya 3,5 tahun dan untuk menghemat biaya politik selama masa kampanye.

Hingga saat ini, baru ada satu pasangan calon yang telah muncul, yakni Arief Rohman-Tri Yuli Setyowati (ARTYS) yang didukung PDI Perjuangan dan PKB. Meski demikian, belum ada deklarasi terbuka dari parpol koalisi.

“Calon tunggal, saya pribadi tidak setuju. Jika kondisi saat ini yang sudah menentukan calon kan baru PDI dan PKB. Sementara partai lainnya belum menentukan. Jadi masih ada peluang (munculnya calon dari partai lainnya),” pungkasnya. (arf)