fbpx

PROF DJWANTORO HARDJITO DIKUKUHKAN SEBAGAI REKTOR UK PETRA SURABAYA

  • Bagikan
Prof Djwantoro lahir di Blora pada 10 Desember 1960, dikukuhkan sebagai Rektor UK Petra Surabaya periode 2017-2021, Jumat (15/12).

Surabaya – Di tanah kelahirannya, tak banyak yang kenal dengan Prof Djwantoro Hardjito. Namun, di belantika intelektual tanah air namanya cukup populer karena prestasinya. Salah satunya, Prof Djwantoro menemukan metode mengubah lumpur lapindo menjadi beton berkualitas tinggi. Hari ini (15/12) Prof Djwantoro dikukuhkan sebagai Rektor UK Petra Surabaya periode 2017-2021.

Dilansir Beritajatim.com, YPTK (Yayasan Perguruan Tinggi Kristen) Petra secara resmi melantik Prof Djwantoro Hardjito menggantikan Prof Rolly Intan sebagai rektor UK (Universitas Kristen) Petra Surabaya. Pelantikan ini digelar di Auditorium P1-P2 jalan Siwalankerto 142-144 Surabaya.

“Menjadi rektor merupakan sebuah tugas dan kepercayaan dari Tuhan, karenanya saya akan berusaha sungguh-sungguh untuk melaksanakannya, terus bersandar kepada Tuhan dan bekerjasama dengan seluruh Civitas Akademika UK Petra,” ucap Prof Djwantoro dalam sambutannya.

 

Prof Djwantoro lahir di Blora pada 10 Desember 1960, dikukuhkan sebagai Rektor UK Petra Surabaya periode 2017-2021, Jumat (15/12). Foto : Akun Fb Budianto Djaya.

 

Kepemimpinan Prof Djwantoro di UK Petra Surabaya tak diragukan lagi. Sejak tahun 2013, pria kelahiran Blora 10 Desember 1960 ini menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Akademik. Dalam tahun-tahun tersebut, Prof Djwantoro mengupayakan peralihan status akreditasi internasional untuk sejumlah program studi di UK Petra Surabaya.

Tercatat, Prof Djwantoro telah mempublikasikan mempublikasikan lebih dari 30 karya ilmiah internasional dan meraih banyak penghargaan internasional.

Di kancah dunia teknik, nama Prof Hardjito makin dikenal setelah menemukan bahan pembuatan beton dari lumpur lapindo. Beton tanpa semen yang dihasilkan ini, kekuatannya bisa mencapai 50 MPA. Jauh lebih kuat dari pada paving yang bayak di jual di pasaran yang hanya berkekuatan 10 MPA.

Reporter : Fawaidi M

  • Bagikan