fbpx
Adv  

PT BPH BLORA GELAR GERAKAN PANGAN MURAH

Blora, BLORANEWS – Badan Usaha milik Daerah (BUMD) Blora PT. Blora Patragas Hulu (BPH) menggelar gerakan pangan murah di halaman kantor setempat, Selasa, (26/3/2024).

Beberapa sembako yang dijual yaitu beras dengan harga Rp51.00/5 kg. Kemudian telur dengan harga Rp 26.000/kg. Gula dengan harga Rp 15.000/kg. Serta minyak dengan harga Rp 15.000/kg.

Direktur Utama PT Blora Patragas Hulu, Heri Slamet Haryadi menjelaskan pasar murah digelar di tiga lokasi.

“Kali ini yang pertama. Di depan kantor BPH Blora, kemudian pada 31 Maret akan digelar di area Wisata Goa Sentono Menden, dan terakhir pada 1 April di Pasar Wora-Wari Ngloram. Diadakan sejak pukul 08.00 sampai selesai. Kami kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya Bulog,” jelas Heri.

Pasar murah ini digelar bentuk kepedulian  kepada masyarakat di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok, sehingga pihaknya mencoba mensubsidi harga.

“Dari Bulog pakai harga Bulog harga per lima kilogram Rp 51.000. Kemudian ada gula, minyak goreng, telur,” katanya.

Dalam setiap pasar murah itu disediakan sembako sebanyak dua ton, dimasing-masing kegiatan.

Dengan begitu, pihak-pihak berharap nantinya daya beli masyarakat meningkat. Sehingga bisa mengurangi inflasi.

“Ini untuk masyarakat umum. Kami sosialisasi ke warga sebelumnya. Di media juga,” tambahnya.

Meski bersifat umum, menurutnya masyarakat yang membeli memang dibatasi hanya dua kilogram untuk gula, minyak dan telur dan beras 10 kg. Sehingga tidak ada tengkulak yang memanfaatkan.

Pasar murah digelar untuk umum,tetap memprioritaskan masyarakat tidak mampu. Ada beberapa yang disambangi, diberitahu. Kemudian juga masyarakat sekitar, dengan mengadakan sosialisasi sebelumnya. Sehingga informasi pasar murah itu tersampaikan ke masyarakat.

Dewi Rukmini warga Kelurahan Tegalgunung Kecamatan Blora merasa senang dengan adanya bazar murah ini. “Senang adanya beras murah,minyak goreng,telur dan gula juga murah,karena bisa sedikit membantu. Harganya lebih murah di bawah harga pasar,” kata Dewi. (Adv).