fbpx

PUNCAK PAMERAN REKAM JEJAK, TUMPENGAN SEBAGAI MEDIA REFLEKSI

Tumpengan sebagai simbol kebersamaan kita untuk duduk setara, esensi utama ya di tumpengan ini yang menjadi media refleksi. Tentu tidak hanya selama keberlangsungan pameran, namun perlu kita maknai bersama, kita juga bisa loh kolaborasi gotong royong bareng-bareng.
Tumpengan dalam puncak acara pameran Rekam Jejak.

Blora – Puncak acara pameran Rekam Jejak digelar secara sederhana dengan ramah tamah melalui tumpengan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora, Jumat (07/01) sore.

Panitia pameran Rekam Jejak, Taufiqur Riza memaparkan dalam acara closing ceremony, pameran ini diselenggarakan secara kolektif, menjadi kegiatan milik bersama yang diharapkan dapat tumbuh dan dirawat bersama.

BACA JUGA :  RINTIS ARSIP SEJAK 2004, KOLEKTIF HYSTERIA WUJUDKAN DUA BUKU

“Tumpengan sebagai simbol kebersamaan kita untuk duduk setara, esensi utama ya di tumpengan ini yang menjadi media refleksi. Tentu tidak hanya selama keberlangsungan pameran, namun perlu kita maknai bersama, kita juga bisa loh kolaborasi gotong royong bareng-bareng,” paparnya.

Sementara, pegiat budaya, Dalhar Muhammadun juga menyampaikan, masih banyak kegiatan serupa yang harus dikembangkan. Pihaknya berharap, kantong-kantong kebudayaan yang ada di Blora sudah saatnya dimunculkan.

BACA JUGA :  RAGAM PRODUK EKRAF DIPAMERKAN PADA GANJAR

“Ibarat pertandingan ini baru leg pertama, masih ada leg-leg berikutnya. Jadi kita bisa saja menang di leg pertama, tapi ojo nganti terlalu seneng sik, isih ono PR leg kedua dan seterusnya,” harapnya.

Sebagai informasi, program tersebut meliputi: Pameran, Screening 4 film (Ranam, Jogja Berhati Mural, Artisan, Tutur Luhur Seni Kentrung), tukar gagasan, artis talk, Colouring dan pertunjukan tari. (Jam).

BACA JUGA :  GELIAT MAHASISWA MUHAMMADIYAH BLORA NGUR-URI BUDAYA SENI TARI