fbpx

RATUSAN WARGA BLORA UNJUK RASA TOLAK HASIL TES PERDES

Ratusan warga masyarakat Blora menggelar aksi unjuk rasa penolakan hasil tes ujian seleksi Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Blora, lantaran merasa banyak kejanggalan dan banyak kecurangan yang terjadi.
massa aksi.

Blora – Ratusan warga masyarakat Blora menggelar aksi unjuk rasa penolakan hasil tes ujian seleksi Perangkat Desa (Perades) di Kabupaten Blora, lantaran merasa banyak kejanggalan dan banyak kecurangan yang terjadi.

Koordinator Aksi, Sukisman sekaligus Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora bersama massa aksi lainnya memulai demonstrasi sekitar pukul 10.00 WIB dari Lapangan Kridosono, bergerak menuju kantor DPRD, lanjut di Kejaksaan Negeri Blora dan di Kantor Bupati Blora.

BACA JUGA :  JUMLAH PENDUDUK MISKIN KABUPATEN BLORA KEMBALI MENINGKAT DI TAHUN 2021

“Karena Pejabat Blora buta dan tuli. Seakan-akan tidak melihat kecurangan massif dan menganggap kecurangan ini hanyalah issu. Selain itu juga bentuk protes, karena Pemkab Blora mencla-mencle sikapnya dan tidak bertanggung jawab jika ada masalah dalam tes CAT,” ucap salah satu koordinator aksi, Seno Margo Utomo, Kamis (27/01).

Salah seorang masa aksi, Soni merupakan warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ngawen merasa kecewa dengan pelaksanaan pengisian perades. Ketika mengikuti tes, dirinya mengaku komputer yang digunakan kerap eror.

BACA JUGA :  REKRUTMEN PERADES DITUNDA, BUPATI BLORA LAMBAN TEPATI JANJINYA WUJUDKAN REFORMASI BIROKRASI

“Ketika melakukan pengisian komputer, saya pilih contoh jawaban A kok tiba-tiba komputernya eror, tetapi ketika saya pilih jawaban yang lain kok enggak eror, ya intinya beberapa kali sistem eror,” ungkapnya.

Massa aksi menuntut pembatalan hasil seleksi perades, ditunjukkan pula dengan atribut dan spanduk. Diketahui, Pemkab Blora telah selesai melaksanakan pengisian perades yang diikuti sekitar 194 desa dengan jumlah lowongan perangkat sebanyak 857 jabatan. (Jam).

BACA JUGA :  KUNKER, MOBIL WAKIL KETUA DPRD TERLIBAT LAKA LANTAS