fbpx

RESPON GANJAR SOAL NELAYAN TEGAL TERKENDALA IZIN MELAUT

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dedy menyampaikan kendala padatnya pelabuhan karena banyaknya kapal.
Ganjar menelpon Menteri Kelautan dan Perikanan.

Semarang – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dedy menyampaikan kendala padatnya pelabuhan karena banyaknya kapal.

“Para nelayan sulit mengurus perizinan yang lambat, kami meminta bantuan kepada Pak Gubernur untuk berkomunikasi dengan kementrian. Ini sangat berbahaya pak, pelabuhan kami kapasitasnya hanya sedikit dan sekarang sudah menumpuk di pelabuhan,” paparnya, Selasa (08/02).

BACA JUGA :  670 NELAYAN MENGANGGUR AKIBAT KAPALNYA TERBAKAR

Mendengar hal demikian, Ganjar langsung menelpon Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Ganjar meminta agar mengizinkan nelayan melaut satu trip sambil mengurus izin untuk mengurangi penumpukan kapal. Trenggono seketika minta tim untuk turun di Tegal.

Dedy mengapresiasi kesigapan Gubernur Ganjar Pranowo yang langsung menghubungi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terkait masalah yang dihadapinya. Ia berharap, para nelayan diberi kejelasan sehingga bisa berlayar.

BACA JUGA :  BERIKUT KERJASAMA DUBES JEPANG UNTUK INDONESIA DI JATENG

“Saya berharap dengan kondisi perekonomian di kota tegal khususnya para nelayan, agar ini ada surat edaran sehingga sebulan dua bulan ini bisa berlayar sambil nunggu perijinannya keluar. Pak gubernur tadi langsung berkomunikasi dengan pak menteri kelautan dan responnya baik langsung direspon dan mudah-mudahan ini bisa disetujui,” ujarnya.

“Kita minta permohonan dari temen-temen semacam diskresi lah, kemudahan menjelang lebaran biar mereka bisa mendapatkan pemasukan. Saya sudah minta kepada pak Trenggono tadi direspon bagus banget langsung dan sudah mengirimkan orang di sini,” terang Ganjar. (Jam).

BACA JUGA :  PEDULI POCUT MEURAH INTAN, GANJAR DIAPRESIASI WALI KOTA BANDA ACEH