RUMAH MASA KECIL PRAMOEDYA ANANTA TOER BLORA

Rumah masa kecil Pram mulai dibangun pada tahun 1922 dan selesai tahun 1925 oleh Mastoer dengan model joglo. Empat tahun setelah Mastoer wafat, tahun 1954 rumah tersebut direnovasi di bawah pengawasan Prawito Toer dan model rumahdiubah menjadi model limasan. Pada tahun 2004 rumah tersebut kembali direnovasi oleh Soesilo Toer dan didiami bersama keluarga sampai saat ini. Pada masa-masa terakhir hidupnya, Pramoedya Ananta Toer sering tetirah ke rumah masa kecilnya tersebut. Ketika Pramoedya Ananta Toer wafat, untuk mengenangnya Soesilo Toer mendirikan perpustakaan yang diberi nama Pataba singkatan dari Pramoedya Ananta Toer Anak Blora Asli. Saat ini koleksi buku yang terdapat di sana mencapai lebih dari lima ribu buku dari berbagai disiplin ilmu dan bahasa. Seiring dengan berjalannya waktu, dengan semakin dikenalnya Perpustakaan Pataba, pengunjung berdatangan dari berbagai penjuru Tanah Air bahkan dari mancanegara. Tercatat dalam buku tamu hanya orang dari benua Afrika yang belum mengunjunginya. Sering diadakan acara untuk memperingati hari lahir atau meninggalnya Pramoedya Ananta Toer. Pada tahun 2009 ketika memperingati 1000 hari meninggalnya PramoedyaAnanta Toer, acara tersebut bahkan diikuti oleh lebih dari 50 komunitas dari Blora dan sekitarnya. semenjak itu pula Pataba mulai menerbitkan zine dengan nama Pataba Press. Mulai tahun 2011 Pataba mengadakan lomba menulis di mana karya terpilih kemudian dibukukan dalam bentuk zine. Pada tahun 2013 Pataba bekerja sama dengan penerbit Semarang menerbitkan buku Pram dari Dalam pada hari lahirnya Pramoedya Ananta Toer. Setahun kemudian Pataba Press menerbitkan buku Pram dalam Kelambu di bawah Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan Pasang Surut dan dilanjutkan dengan buku-buku lain sampai saat ini.

Silahkan di Tonton :

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.