fbpx

SAKIT MENAHUN, LANSIA DI SUMBEREJO RANDUBLATUNG GANTUNG DIRI DI TERAS RUMAH

  • Bagikan
Warso (72) ditemukan tewas gantung diri di teras rumahnya, Dukuh Jali RT 04 RW 02 Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung, Sabtu (17/02).

Randublatung – Peristiwa gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Blora. Warso bin Sumadi (72), seorang lansia ditemukan tewas gantung diri di teras rumahnya Dukuh Jali RT 04 RW 02 Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung.

 

Warso (72) ditemukan tewas gantung diri di teras rumahnya, Dukuh Jali RT 04 RW 02 Desa Sumberejo Kecamatan Randublatung, Sabtu (17/02).

 

Kapolsek Randublatung Polres Blora AKP Supriyo menginformasikan mayat lansia ini pertama kali ditemukan oleh Dwi Rahayu Fitrianto (17) yang juga merupakan cucu korban.

Dwi mendapati kakeknya tewas gantung diri sepulang dari menyaksikan pertandingan sepak bola di warung kopi dekat rumahnya, Sabtu (17/02) sekitar pukul 23.00 WIB. Dwi kemudian mengabarkan hal ini kepada salah seorang anggota keluarganya, Ngadiono (33).

Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek warna biru gelap, bertelanjang dada, dan tergantung dengan seutas tali ayunan sepanjang hampir 4 meter. Di dekat korban, terdapat kursi plastik yang telah tergeletak.

Ngadiono kemudian melaporkan kejadian ini kepada kades Sumberejo Kusnan. Malam itu juga, Kusnan melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Randublatung.

Menerima laporan ini, petugas Polsek Randublatung mendatangi lokasi kejadian bersama dengan petugas medis dari Puskesmas Randublatung Mujirah dan anggota Koramil 09 Randublatung Sertu Saimin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Randublatung, terdapat luka jeratan pada leher namun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan kekerasan pada tubuh korban. Sehingga, diduga kuat korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, motif bunuh diri korban lantaran tak tahan sering sakit-sakitan dan tak kunjung sembuh. Usai menjalani pemeriksaan medis, mayat korban segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Reporter : Joko Priyanto / Ajir

  • Bagikan