fbpx

SALAH SATU KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL SELAM KRI NANGGALA 402 TERNYATA  WARGA CEPU

  • Bagikan
SALAH SATU KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL SELAM KRI NANGGALA 402 TERNYATA  WARGA CEPU
Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam

Blora – Kapal selam KRI Nanggala-402 sempat hilang kontak hingga akhirnya dinyatakan subsunk atau tenggelam di sekitar laut Pulau Bali. Kapal terdeteksi berada di kedalaman hingga 850 meter di bawah permukaan laut.

Kasel KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang hilang kontak di perairan utara Bali membawa 53 awak di dalamnya. Kondisi 53 prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang berada di dalam kapal tidak bisa dipastikan meski kapal selam itu dinyatakan tenggelam.

Kapolsek Cepu Polres Blora, AKP Agus Budiyana membenarkan bahwa salah satu korban, Serda Setyo Wawan asal Kabupaten Blora ikut bertugas di dalam kasel itu.

“Rumah orang tuanya Balun, pasar jagung depan stasiun Cepu RT 05/09 Kelurahan Balun Kecamatan Cepu dan punya warung nasi pecel di depan stasiun Cepu,” terangnya, Minggu (25/04).

SALAH SATU KORBAN TENGGELAMNYA KAPAL SELAM KRI NANGGALA 402 TERNYATA  WARGA CEPU
Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam

Kapolsek menambahkan, korban memiliki istri di Bojonegoro. Sedangkan keluarga korban, saat ini masih berada di Surabaya.

“(Alamat) istrinya sebelum pasar Taji Ngraho Bojonegoro. Untuk keluarga yang di Cepu, saat ini masih di Surabaya semua mungkin menunggu kepastian dari kesatuannya,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi mengetahui salah satu korban asal Blora dari media.

“Secara detail saya belum mengenal anaknya (korban) mas, baru tahu kalau anak (asal) Cepu juga dari media mas,” ujarnya.

Pihaknya bersama Kapolres Blora berencana akan mendatangi keluarga korban di Cepu untuk memberikan support.

“Insyaallah mas, tadi sudah kencan (koordinasi) sama Kapolres, tapi menunggu keluarga almarhum kembali dari Surabaya,” tambahnya.

Mengenai apel penghormatan atas insiden tersebut, Dandim 0721/Blora masih menunggu perintah pimpinan.

“Kami menunggu perintah pimpinan mas, karena kan semua ada SOP nya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menjelaskan kronologi kapal selam hilang kontak di perairan Bali, Rabu (21/4) saat hendak melakukan latihan tembak rudal C802 dan Torpedo. Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan untuk mengevakuasi 53 awal kapal beserta kapal itu sendiri. (Spt)

  • Bagikan