fbpx

SAMBUT KEMERDEKAN RI KE-76, KOMUNITAS LITERASI BLORA GELAR NGAJI KEBANGSAAN

  • Bagikan
SAMBUT KEMERDEKAN RI KE-76, KOMUNITAS LITERASI BLORA GELAR NGAJI KEBANGSAAN
Penyampaian materi di acara Ngaji Kebangsaan.

Blora – Sambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, komunitas literasi Blora yang tergabung dari beberapa komunitas menggelar ngaji kebangsaan yang bertema “Merajut kebhinekaan dalam menghadapi tantangan peradaban” di caffee book.ing Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Sabtu (14/08).

Founder perempuan mengaji, Muhim Nailul Ulya, mengungkapkan keresahan tentang moment kemerdekaan bulan Agustus bersama founder pondok langgeng welda sanavero yang juga seorang penulis best seller “perempuan yang memesan takdir” yang menginisiasi kegiatan ngaji refleksi kebangsaan ini.

“Inisiatif pertama kali untuk mengadakan nganji kebangsaan ini adalah berawal dari moment Agustus, dimana untuk mengisi acara kebangsaan. Itu menjadi keresahan saya dan ning Vero (founder pondok langgeng-red), kita yang pengen ngadain sesuatu lintas komunitas. Motifnya sih supaya temen-temen pemuda khususnya di Blora itu bergerak memikirkan bangsa, seklipun dengan langkah yang kecil seperti mengadakan acara kebangsaan ini,” ungkap Ulya.

Perempuan berjilbab yang juga owner caffe book.ing tersebut juga menginginkan kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara kolektif tidak hanya sekali selesai. Dirinya berharap pemuda di Blora dapat menyatu untuk membahas masa depan bangsa terlebih tentang literasi di Blora.

“Memang pengennya itu kolektif gak cuman satu komunitas tertentu, tapi lintas komunitas. Ini memang langkah awal untuk bisa berkenalan bersama. Bisa tahu masing-masing atau spesifikasi temen ada yang dari budayawan, sejarawan, akademisi, sekiranya dikumpulkan semua. Ini kan seperti trial eror bagaimana respon anak muda di Blora dengan acara kebangsaan seperti ini. Harapannya akan ada kegiatan rutinan, kolektif, entah disini entah dimanapun, pokoknya yang penting anak muda milenial Blora ini, menyatu untuk membahas masa depan bangsa,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Dalhar Muhammadun selaku Ketua Litbang Bloranews yang menjadi salah satu pemateri mengatakan antusiasme peserta baik dari jumlah yang hadir maupun tanggapan-tanggapannya membuktikan bahwa generasi milenial juga mempunyai kepedulian terhadap isu-isu kebhinekaan.

“Tidak kalah dengan generasi-generasi yang lebih tua. Justru karena itu, menjadi penting bagi mereka untuk mendapatkan basis argumentasi yang lebih mendasar tentang kebhinekaan, agar mereka terbantu ketika menghadapi arus informasi yang sangat deras. Harapannya mereka bisa mengekspresikan sesuai gaya mereka,” terangnya.

Dalam rangkaian acara tersebut di moderatori oleh Jurnalis Bloranews.com, Ahmad Mustakim dengan lima pemateri yakni Dalhar Muhammadun (Litbang Bloranews), Lukman Wijayanto (Budayawan), W. Sanavero (Sastrawan), Muhim Nailul Ulya (Akademisi) dan Nur Cholis Majid (Mahasiswa/Kader PMII) yang ditutup dengan penyerahan doorprise dari Kandang Pendaki dan pemberian buku secara simbolis. (Jyk)

  • Bagikan