fbpx

SANDEY PARAMITHA, DOKTOR OLAHRAGA KELAHIRAN KOTA MUSTIKA

  • Bagikan
Sandey Paramitha (berkaos biru) ahli Ilmu Olahraga kelahiran Kabupaten Blora.

Blora – Di Kabupaten Blora, akademisi yang secara mendalam menggeluti Ilmu Olahraga sebagai bidak kajiannya bisa dibilang sangat jarang.

Sandey Tantra Paramitha merupakan salah satu dari sedikit ahli Ilmu Olahraga kelahiran Kota Mustika.

Pengetahuannnya yang mendalam serta pengalamannya yang luas, membuat dosen UPI (Uniersitas Pendidikan Indnonesia) Bandung ini kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum diskusi maupun kuliah umum bertema olahraga.

 

Sandey Paramitha (berkaos biru) ahli Ilmu Olahraga kelahiran Kabupaten Blora.

 

Jenjang pendidikan formal Sandey Paramitha dimulai dengan menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Negeri Kalangrejo Kunduran pada 1994, dilanjutkan dengan menyelesaikan pendidikan SMP-nya di SMP Negeri 1 Kunduran pada 1997.

Tahun 2000, Sandey Paramitha menyelesaikan kenjang pendidikan menegah atas di SMA Negeri 1 Tunjungan.

Di tingkat perguruan tinggi, Sandey menyelesaikan Program S1 Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Semarang tahun 2005. Melanjutkan jenjang S2 di kampus yang sama dengan fokus pada Pendidikan Olahraga. Di jenjang magister ini, Sandey lulus tahun 2008.

Tak puas dengan pencapaian ini, lima tahun kemudian, pada 2013 Sandey memulai jenjang Doktoral dengan fokus pada Pendidikan olahraga di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan lulus pada 2017 kemarin.

Dalam berbagai forum, Sandey tak bosan menekankan olahraga sebagai pemersatu perbedaan antar individu. Dia sangat meyakini, rivalitas antar insan olahraga hanya berlaku di dalam pertandingan. Di luar itu, antar atlet adalah mitra yang saling menguatkan.

Sandey juga kerap menekankan, pendidikan karakter yang telah disuarakan sejak era kepemimpinan Soekarno dalam terimpelementasi praktis dalam dunia olahraga.

Pendeknya, olahraga menjadi sarana memperkuat karakter positif seperti pantang menyerah, visioner, kerja sama, kepedulian antarinsan olahraga.

”Olahraga bisa menyatukan semua. Bahkan Korea Utara dan Korea Selatan pun bersatu di bawah bendera unifikasi saat olimpiade,” papar Sandey  di depan ratusan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dalam kuliah umum bertajuk Membangun Karakter melalui Pendidikan Olahraga di Sekolah Dasar, Sabtu (27/01).

 

Penyunting : Jacko Priyanto

  • Bagikan