fbpx

SANTRI INSAN GEMILANG KENA COVID, BUPATI: LAKUKAN ISOLASI TERPUSAT

Bupati Blora, Arief Rohman langsung meninjau Asrama Pondok Pesantren Insan Gemilang, yang terletak di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora untuk memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.
Asrama Pondok Pesantren Insan Gemilang ditinjau.

Blora – Bupati Blora, Arief Rohman langsung meninjau Asrama Pondok Pesantren Insan Gemilang, yang terletak di Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora untuk memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.

“Anak-anak yang terkonfirmasi ini nanti tolong dilakukan isolasi secara terpusat, kalau disini nanti bisa terkontrol dengan baik dan bisa mengurangi risiko penularan lagi, disini nanti dari pihak kesehatan juga akan mendampingi,” ungkap Bupati, Jumat (04/02).

BACA JUGA :  997 JIWA MASYARAKAT BLORA MATI KARENA COVID-19

Hal senada dikatakan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati meminta kepada pihak ponpes untuk intens berkomunikasi dengan para orang tua dari santri yang terkonfirmasi positif untuk tidak khawatir.

“Anak-anak kalau bisa isolasi disini aja agar mereka bisa merasa nyaman dan karena suasana lingkungan disini sudah terbiasa. Orang tua juga perlu disampaikan agar tidak khawatir, karena anak-anak dijaga dengan baik, nanti juga ada petugas kesehatan memantau disini,” ucapnya.

BACA JUGA :  TNI POLRI IKUT BANTU TENANGKAN ANAK YANG TAKUT DISUNTIK

Para santri yang terpapar covid-19 rata-rata tidak merasakan gejala atau gejala ringan, pasalnya mereka sudah vaksinasi dosis kedua karena ini juga merupakan salah satu manfaat vaksinasi.

Hadir pada kesempatan tersebut Camat Blora, Forkopimcam Blora, jajaran BPBD dan Puskesmas Blora. Kemudian pada kesempatan yang sama petugas BPBD Blora melakukan penyemprotan desinfektan di area Pondok Pesantren.

BACA JUGA :  BLORA DISEBUT GANJAR, VAKSINASI BELUM CAPAI TARGET

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Joko Budi Heri Santoso akan melaksanakan swab PCR untuk penegakan diagnosa. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap covid-19 varian omicron.

“Doa kita tidak banyak yang positif covid-19, meski demikian karena kita tetap antisipasi varian omicron, kalau ada risiko itu, kami juga akan kirim spesimennya ke Semarang,” imbuhnya. (Jam).