fbpx

SANTRI PONPES SULBAR UNJUK SKILL PENCAK SILAT DI HADAPAN GANJAR

Santri memperagakan jurus pencak silat.
Santri memperagakan jurus pencak silat.

Mamuju, BLORANEWS – Santri Pondok Pesantren Attahiriyah Annahdhyah di Lombang-Lombang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat selain menguasai ilmu agama dan ilmu formal, ternyata juga ahli beladiri pencak silat.

Empat santri dan santriwati unjuk kebolehan di hadapan Ganjar dalam kunjungannya didampingi Wakil Bupati Mamuju. Meski sarungan, santri ponpes itu tetap bisa menunjukkan jurus beladiri Pagar Nusa dengan hebatnya. Sementara dua santriwati, menunjukkan seni beladiri jurus yang tak kalah keren.

BACA JUGA :  MANFAATKAN ISLAMIC CENTER SEBAGAI RUANG KERUKUNAN BERAGAMA

“Wah hebat semuanya, ternyata tidak hanya pandai mengaji, tapi juga punya skill hebat. Ada yang bisa masak, main sepakbola dan ada juga yang pintar pencak silat,” kata Ganjar sambil tepuk tangan.

Ganjar berpesan pada semua santri untuk saling menyayangi, hormat pada guru dan kyai serta pada orang tua. Santri juga diminta mencintai bangsa dan negara sebagai salah satu bentuk keimanan.

BACA JUGA :  GANJAR APRESIASI PEDAGANG PASAR PURI PATI BERJUALAN DI JALAN SELAMA PANDEMI

“Hubbul wathan minal iman, mencintai negara bagian dari iman. Jangan lupa juga, selalu minta doa restu orang tua. Kelak kemudian hari, dengan bekal ilmu agama, ilmu sekolah dan skill. Pasti anak-anakku semua ini bisa mandiri dan berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa. Saya doakan semua belajarnya lancar dan sukses,” ucap Ganjar.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Attahiriyah Annahdhyah, Ahmad Multazam mengatakan sangat bahagia Ganjar berkenan silaturahmi di pondok pesantrennya. Ia menilai, Ganjar itu seorang pemimpin yang nasionalis.

BACA JUGA :  GANJAR MINTA KEPALA DAERAH ANTISIPASI PERAYAAN LEBARAN KETUPAT

“Kita tentu saja bersyukur beliau pak Ganjar bisa bersilaturahmi ke sini. Beliau itu pemimpin yang nasionalis, jadi kami senang beliau mau memberikan motivasi, pesan dan semangat para santri tentang Keindonesiaan, tentang nasionalisme dan juga budi pekerti,” ucap Ahmad Multazam. (Jam)