fbpx

SAT SET, DKK PANGGIL OKNUM BIDAN TERDUGA CALO PEGAWAI BPN BLORA

UPTD Puskesmas Rowo bungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
UPTD Puskesmas Rowo bungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Blora, BLORANEWS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora bergerak cepat menangani pemberitaan adanya oknum Bidan yang di duga jadi Calo lowongan kerja di BPN Blora. Hari ini, oknum tersebut dipanggil ke DKK.

“Hari ini tak tindak lanjuti. Panggil ke DKK,” tegas Edy Widayat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Blora Siswanto mengaku saat ini baru dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

BACA JUGA :  DKK BLORA FASILITASI SWAB GRATIS BAGI MAHASISWA, PELAJAR, DAN SANTRI

“Ini baru saya koordinasikan dengan DKK untuk tindak lanjutnya,” tegasnya.

Pihaknya meminta untuk menunggu hasilnya.

“Nggih nunggu dulu nggih. Tetap berproses nggih. Tapi tunggu dulu,” tambahnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Oknum bidan yang berdinas di Puskesmas Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora tersebut diduga menjadi perantara lowongan kerja di BPN Blora. Oknum bidan tersebut menjanjikan kepada korbannya, bisa memasukan menjadi pegawai di BPN Blora dengan catatan menyetorkan uang puluhan juta rupiah.

BACA JUGA :  TAMBAH 10.000 BIDANG, KANTAH BPN BLORA TARGETKAN PRONA SELESAI DESEMBER

Peristiwa bermula ketika korban FRC (24th) warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan ditawari oknum Bidan, bahwa di BPN Blora ada pegawai yang pindah ke luar Jawa dan harus diisi pegawai baru. Karena tergiur, korban menyetorkan uang kepada oknum bidan tersebut.

Awalnya minta Rp20 juta. Sudah dibayar setengahnya. Yang Rp 10 juta ddcancel karena terlihat mencurigakan.

BACA JUGA :  BUNTUT TIDAK TRANSPARANSI REKRUTMEN TENAGA KONTRAK DKK, KOMANG : SAYA MINTA DITUNDA SEMUANYA

Korban menyetorkan uang melalui transfer ke rekening bank atas nama K sejumlah Satu juta dan rekening teman K sejumlah Satu juta. Sedangkan yang Rp 8 juta diserahkan tunai kepada K di depan Puskesmas Rowobungkul.

Setelah korban minta bantuan teman untuk kroscek, ternyata di BPN Blora tidak ada lowongan pekerjaan dan uangnya Rp 10 juta akhirnya dikembalikan semua. (Sub)