fbpx

SATU KELUARGA JADI KORBAN TSUNAMI BANTEN

KORBAN TSUNAMI BANTEN
Satu keluarga asal Dusun Watubrem Desa Pojokwatu Kecamatan Sambong jadi korban Tsunami Banten

Sambong- Suasana duka menyelimuti kediaman Gino (40) di Dusun Watubrem RT 03 RW 02 Desa Pojokwatu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, salah satu korban yang selamat dari bencana Tsunami Selat Sunda.

Peristiwa memilukan yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam tersebut, merenggut nyawa istrinya, Yulistiana (32). Tak hanya itu, anak perempuan Gino bernama Ressa (15) belum diketemukan dan tak jelas nasibnya.

 

KORBAN TSUNAMI BANTEN
Satu keluarga asal Dusun Watubrem Desa Pojokwatu Kecamatan Sambong jadi korban Tsunami Banten

 

Kades Pojokwatu Kecamatan Sambong, Suwondo mengungkapkan, jenazah Yulistiana telah dimakamkan tadi pagi di TPU desa setempat. Sementara Gino dan anggota keluarga lainnya masih menjalani perawatan di rumah kerabatnya, dekat dengan lokasi Tsunami Selat Sunda.

“Pak Gino belum kembali, beliau menunggu tentang kabar anaknya yang belum ketemu,” jelas Suwondo di kantornya, Balai Desa Pojokwatu, Rabu (26/12).


 

Suwondo memaparkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Gino tidak mengalami luka serius akibat bencana tersebut. Sementara anggota keluarga lain, Srikah (65) ibu Gino mengalami patah kaki. Sedangkan anak bungsu Gino, Kevin (8) mengalami luka-luka.

“Tadi malam saya dapat telfon dari Polda Jateng, mengenai jenazah Bu Yulistiana. Malam itu juga, warga segera membuat liang lahat untuk pemakaman. Pagi tadi pukul 09.00 WIB, jenazah almarhumah telah disholatkan dan dimakamkan,” pungkasnya.

Sementara, kerabat korban, Karno (62) mengaku sangat terpukul dengan peristiwa ini. Pasalnya, mereka berlima sedianya ingin menikmati liburan dengan berkunjung ke Pantai Carita Banten, atas undangan dari kerabatnya yang sukses bekerja di sana.

“Setiap musim liburan pasti diundang untuk berlibur. Nah, tahun ini kok yang begini nasibnya,” ucap Karno pasrah. (sya)