SEHARI USAI DIBEDOL, RUMAH BAYI HIDROSEFALUS MULAI DIDIRIKAN

Banjarejo Rumah bayi hidrosefalus, Siti Masiroh (6 bulan) akhirnya mulai kembali didirikan hari ini melalui bantuan sosial Baznas Blora. Material telah didatangkan sehari sebelumnya, berupa kayu untuk kerangka rumah dan kalsiboard untuk bahan dinding.

 

Ketua baznas

Ketua Baznas Kabupaten Blora, KH Ali Muchdlor (batik) meninjau pembangunan rumah bayi hidrosefalus di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blorai

 

 

“Ukuran rumah baru untuk Siti Masiroh, lebih besar dari sebelumnya,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Blora, KH Ali Muchdlor di lokasi pembangunan, Dusun Wotrangkul RT 04 RW 01 Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Minggu (11/08).

Lebih lanjut, KH Ali Muchdlor memaparkan, pihaknya menargetkan pembangunan rumah baru ini akan selesai dalam jangka waktu satu minggu dengan anggaran Rp 15 juta. Selain dikerjakan tim Baznas, pembangunan rumah ini juga melibatkan tenaga kerja setempat.

“Ini upaya yang bisa kita lakukan. Semoga nantinya rumah ini dapat dibangun dengan lebih baik oleh penghuninya,”imbuhnya.

Di lokasi yang sama, orang tua bayi, Suparno (54) merasa terbantu dengan adanya bantuan ini. Dirinya juga mengatakan, saat ini buah hatinya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi pengeluaran cairan kepala di RS Elisabeth Semarang.

“Malam ini pulang sama ibunya. Alhamdulillah operasi lancar. Sebenarnya diminta tetap di rumah sakit  sampai tanggal 27 nanti. Tapi ya gimana mas. Nanti malah ga bisa kerja,” ucap Suparno.

Sehari-hari Suparno bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Saat ini, dirinya ikut bekerja sebagai penjaga alat berat di proyek pembangunan Embung Kedungsambi tak jauh dari rumahnya.

“Alhamdulillah hasilnya bisa buat membeli beras. Dulunya saya kerja nukang di Surabaya, tapi istri tidak tega akhirnya pulang. Di rumah, saya kerja jualan pentol keliling tapi ya itu, habis buat beli beras, listrik dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Diketahui, keluarga ini merupakan keluarga miskin yang sempat luput dari Basis Data Terpadu (BDT). Akibatnya, tidak ada bantuan pemerintah yang mereka terima. Bahkan, keluarga ini sampai menjual rumah satu-satunya untuk biaya operasi kelahiran Siti Masiroh enam bulan lalu. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan