SEJARAH TAHUN BARU IMLEK

Sistem penanggalan Huang Di ini, kemudian diterapkan oleh pendiri Dinasti Xia, 2205 -1766 sM, Xia Yu, yang juga merupakan salah satu nabi dalam Ru Jiao, sebagai penanggalan resmi Dinasti Xia. Namun ketika Xia jatuh dan diganti Dinasti Shang, 1766 – 1122 sM, Shang menggantinya dengan sistem penanggalan Shang. Penentuan awal  tahunnya dihitung kembali mulai tahun ke 1 (pertama), sedangkan penentuan hari pertama tahun barunya ditetapkan maju satu bulan, yang jatuh pada akhir musim dingin. Dinasti Shang runtuh dan digantikan oleh Dinasti Zhou, 1122 – 255 sM. Wen Wang pendiri Dinasti Zhou, yang juga salah satu nabi Ru Jiao, menggantinya dengan sistem penanggalan Zhou. Tahun pertamanya dikembalikan lagi ke tahun ke 1 (pertama), dan hari pertama tahun barunya dimajukan, persis pada puncak musim dingin, tanggal 22 Desember, ketika matahari berada di atas garis 23,5 derajat Lintang Selatan. Ketika Dinasti Zhou jatuh dan diganti Dinasti Qin, 255 – 202 sM, sistem penanggalannyapun dirubah lagi dengan memajukan awal tahun barunya.

Sheng Ren (Nabi) Kongzi, 551 – 479 sM, yang hidup dimasa Dinasti Zhou melihat bahwa masyarakat pada waktu itu yang mayoritas hidupnya dari pertanian, sistem penanggalan Dinasti Xia lah yang paling baik, karena awal tahun barunya jatuh pada awal musim semi, sehingga bisa digunakan sebagai pedoman pertanian. Sheng Ren Kongzi menyarankan agar negara kembali menggunakan Kalender Xia. Namun nasehat bijak ini tidak diindahkan oleh pemerintahan waktu itu. Juga ketika Zhou diganti Qin. Baru ketika Qin runtuh dan diganti Dinasti Han, 202 sM – 206 M, ada keinginan kuat untuk merealisasikan nasihat Kongzi. Pada masa Kaisar Han Wu Di, 140 – 86 sM, tepatnya tahun 104 sM, sistem penanggalan Xia diresmikan kembali sebagai penanggalan negara dan tetap digunakan sampai saat ini. Untuk menghormati Kongzi, penentuan perhitungan tahun pertamanya dihitung sejak tahun kelahiran Kongzi, 551 sM. Itulah sebabnya penanggalan Imlek berjarak 551 tahun dibanding penanggalan Masehi. Jika sekarang penanggalan Masehi bertahun 2009, maka tahun Imleknya 2560. Pada jaman Han Wu Di pula Ru Jiao atau Agama Khonghucu ditetapkan sebagai agama negara.

Sementara itu agama Khonghucu berkembang sampai ke Korea, Jepang, Vietnam, Mongolia, Myanmar dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Korea, Jepang, Vietnam, Myanmar serta negara Asia Tenggara lainnya, meskipun dengan nama atau istilah yang berbeda, tetapi merayakan hari Tahun Baru yang sama.

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.