SEJARAH TAHUN BARU IMLEK

Ketika pemerintahan Indonesia merdeka belum genap satu tahun, tepatnya tanggal 18 Juni 1946, Presiden Sukarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah tentang Hari Raya, No. 2/OEM-1946. Pada pasal 4 ditetapkan empat hari raya Tionghoa: Tahun Baru Imlek, Wafat Nabi Khonghucu, Qing Ming dan Hari Lahir Nabi Khonghucu. Ketika Presiden Soeharto mengeluarkan Inpres 14/1967, mulai terjadi pembatasan-pembatasan yang mencapai puncaknya tahun 1978, di antaranya pelarangan merayakan Tahun Baru Imlek secara terbuka, pelarangan bahasa mandarin, pengingkaran hak-hak sipil umat agama Khonghucu dan pelarangan pengajaran agama Khonghucu yang sebelumnya bebas diajarkan di sekolah.

Angin segar mulai berhembus ketika era Reformasi. Presiden B.J. Habibie mulai menghapus istilah pribumi dan non pribumi. Inpres 14/1967 dicabut Presiden K.H.Abdurrahman Wahid dengan Keppres No. 6/2000 tertanggal 17 Januari 2000. Dengan Keppres ini, segala hal yang sebelumnya dikekang akibat inpres 14/1967 menjadi cair. Untuk pertama kalinya “Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia” (MATAKIN) mengadakan perayaan Tahun Baru Imlek secara nasional pada tanggal 17 Februari 2000. Pada masa pemerintahan Presiden Megawati, Tahun Baru Imlek dinyatakan sebagai Hari Libur Nasional, yang disampaikan secara langsung ketika beliau memberikan amanat pada perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2553, yang diadakan MATAKIN, di Hall A Arena Pekan Raya Jakarta, tanggal 17 Februari 2002.

Dari paparan di atas menjadi jelas bahwa Tahun Baru Imlek merupakan Hari Raya Keagamaan bagi umat Ru/ Khonghucu, namun demikian juga merupakan Hari Raya orang Tionghoa, karena sejak awal sejarahnya, orang Tionghoa menyatu dan tidak bisa dilepaskan dari sejarah Ru Jiao sendiri, dan sekarang telah menjadi hari raya milik bangsa Indonesia dan bahkan milik seluruh dunia.

Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi, Salam Bahagia di Tahun Baru, Berlaksa Perkara Penuhi Harapan, semoga roh Imlek, benar-benar mampu mencerahkan batin dan jiwa kita.

Oleh: Budilistijono Suboko, Ketua Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hok Tik Bio, Blora

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.